Lula da Silva terpilih sebagai presiden Brasil untuk keempat kalinya, cetak rekor sejarah

Lula da Silva terpilih sebagai presiden Brasil untuk keempat kalinya, cetak rekor sejarah

Presiden Brasil Lula da Silva, mengenakan kemeja biru, menyampaikan pidato kemenangan sementara Wakil Federal Andre Janones memeluknya, dan mereka dikelilingi oleh sekelompok orang yang tertawa dan bertepuk tangan, termasuk Ibu Negara Rosangela 'Janja' da Silva, Wakil Presiden Geraldo Alckmin, dan para pemimpin koalisi lainnya.

Sumber gambar, Anadolu via Getty Images

Keterangan gambar, Presiden Brasil terpilih kembali, Luiz Inacio Lula da Silva, menyampaikan pidato kemenangan di markas kampanyenya di dalam Hotel Intercontinental di Sao Paulo, Brasil, pada 25 Oktober 2026.
    • Penulis, Marina Rossi
    • Peranan, Redaksi News Brasil
    • Melaporkan dari, São Paulo
    • Penulis, Leandro Prazeres
    • Peranan, Redaksi News Brasil
    • Melaporkan dari, Brasilia
    • Penulis, Vanessa Buschschlüter
    • Peranan, Editor daring Amerika Latin
    • Melaporkan dari, London
  • Telah diterbitkan

  • Waktu membaca: 5 menit

Calon presiden petahana Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, kembali terpilih setelah mengalahkan rivalnya dari sayap kanan, Flávio Bolsonaro.

Setelah seluruh suara dihitung, Lula memperoleh 51,79% suara, menang tipis dari Bolsonaro yang meraih 48,21%, demikian diumumkan Mahkamah Pemilihan Umum Brasil. Bolsonaro belum mengakui kekalahan.

Namun hal itu tidak menghentikan Lula, yang genap berusia 81 tahun pada 27 Oktober mendatang, untuk merayakan kemenangan keempatnya dalam pemilihan presiden.

Jalan Lula menuju kemenangan dalam putaran kedua pemilu pada Minggu (25/10) tidaklah mudah.

Dalam sejarah demokrasi Brasil, belum pernah ada presiden yang berhasil terpilih kembali untuk masa jabatan tambahan kedua.

Selain itu, kemenangan setelah menempati posisi kedua pada putaran pertama pemungutan suara juga merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lula berhasil melawan tren yang terjadi di Amerika Latin, ketika banyak pemilih tidak memilih calon petahana dan beralih mendukung kandidat-kandidat dari sayap kanan.

Lula, dengan janggut putih dan kemeja putih berkancing, tersenyum sambil berdiri di luar atap mobil yang basah karena hujan, mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan para pendukung yang merentangkan tangan dan mengangkat ponsel pintar mereka untuk merekam momen tersebut. Adegan itu terjadi di jalan yang ramai. Di belakangnya, seorang pria yang tampak khawatir mengamati dengan saksama (seorang petugas keamanan?).

Sumber gambar, EPA/ Shutterstock

Keterangan gambar, Lula menyapa para pendukungnya setelah memberikan suara pada hari Minggu.

Kampanye Lula bangkit setelah kekalahan di putaran pertama. Ia memimpin upaya besar-besaran melalui media sosial yang disertai demonstrasi jalanan.

Lewatkan Paling banyak dibaca dan terus membaca

Paling banyak dibaca

  • A large ceramic storage pot is in the foreground and is at a slight angle leaning to the left. It has a narrow neck and two handles half way down on each side. To the right are some rocks. Behind you can just make out a diver with a large pipe that looks like a vacuum cleaner that sucks away the sand. The picture has a blue hue.

  • Seorang polisi Arab Saudi memegang bendera negara itu dalam sebuah upacara pada 12 Maret 2000 di kota suci Makkah.

  • tiktok on a phone

  • Ilustrasi pernikahan dini.

Akhir dari Paling banyak dibaca

Meskipun demikian, mantan pekerja logam ini menghadapi lanskap politik yang paling menantang sejak pertama kali menjabat presiden pada 2003.

Masa jabatan barunya, yang akan dimulai pada 5 Januari 2027, akan dimulai di tengah kendala signifikan di dalam dan luar negeri, termasuk permusuhan dari Presiden AS Donald Trump.

Meski tidak memberikan dukungan terbuka kepada Flávio Bolsonaro, pemerintahan Trump diyakini lebih menginginkan Brasil dipimpin oleh tokoh konservatif.

Sikap itu berbeda dengan dukungan langsung yang pernah diberikan Trump kepada sejumlah kandidat sayap kanan yang kemudian memenangkan pemilu di Kolombia dan Honduras.

Bagi Gedung Putih, Amerika Latin merupakan wilayah strategis dalam pengaruh Amerika Serikat. Karena itu, pemerintahan Trump berupaya membatasi semakin besarnya pengaruh Cina di kawasan tersebut.

Dalam konteks itu, Brasil yang memiliki populasi 213 juta jiwa memiliki posisi penting karena merupakan negara kaya minyak dan pemilik cadangan mineral tanah jarang terbesar kedua di dunia.

Di saat banyak negara besar Amerika Selatan dipimpin tokoh sayap kanan, Lula justru dipandang sebagai pemimpin yang relatif dekat dengan China.

Flávio Bolsonaro telah berjanji untuk menyelaraskan Brasil lebih erat dengan Washington. Di sisi lain, Lula telah memperingatkan AS tidak ikut campur dalam pemilihan, dan bersikeras bahwa Brasil “tidak akan pernah menjadi bagian dari wilayah siapa pun”.

Kemenangan Lula ini akan disambut baik oleh para pemerhati lingkungan. Semula, mereka khawatir kemenangan Flávio Bolsonaro akan memberikan lebih banyak kekuasaan kepada sektor agribisnis dan pertambangan Brasil yang berpengaruh.

Mereka menyatakan tingkat deforestasi dan kebakaran hutan mencapai rekor tertinggi di Amazon selama masa kepresidenan Jair, ayah dari Bolsonaro.

Alasannya, jika Bolsonaro muda terpilih, kebijakan lingkungan yang lebih longgar dapat kembali menyebabkan kehancuran di ekosistem kunci ini.

Pemandangan luas tepi hutan menunjukkan asap yang melayang di atas lahan yang baru saja dibersihkan dan menghitam, dengan beberapa titik api kecil masih menyala di dekat pepohonan. Vegetasi hijau lebat berdiri di latar belakang sementara kabut asap abu-putih menyelimuti sebagian besar lanskap, menunjukkan adanya kebakaran lahan atau hutan yang sedang berlangsung.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pemandangan udara dari helikopter Greenpeace menunjukkan kebakaran yang melanda hutan hujan Amazon selama Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30), yang diadakan di dekat Centro Novo di negara bagian Maranhao, Brasil, pada tahun 2025.

Pascakemenangan Lula, hasil pemilu menunjukkan negara itu tetap terpecah belah.

Musababnya, perolehan suara Lula dan Bolsonaro beda tipis. Sebanyak 48,21% suara pemilih dari sayap kanan berbanding 51,79% dari sayap kiri.

Selain tantangan menyatukan negara yang sangat terpolarisasi ini, Lula juga harus memerintah bersama Kongres yang paling berhaluan kanan dalam era demokrasi Brasil. Partai Liberal (PL) pimpinan Flávio Bolsonaro adalah partai yang menguasai parlemen.

Sebelum pemilihan, Lula menggambarkan pemilu tersebut sebagai “pembukaan babak baru bagi Brasil”.

Ia berjanji untuk menjembatani kesenjangan Redaksi kutub politik yang berlawanan di Brasil dengan “cara pemerintahan yang baru”, dan menambahkan dalam siaran langsung WhatsApp sebelum pemilihan bahwa “negara ini tidak akan pernah sama lagi”.

Seorang wanita mengenakan kaos merah penuh stiker memegang potongan gambar besar wajah dan topi Lula, sementara wanita lain yang mengenakan warna Brasil, kuning dan hijau, membawa bendera Brasil. Di belakang mereka, banyak orang berkerumun di jalanan yang ramai dan dipenuhi pepohonan.

Sumber gambar, Paulo Kobayashi/Redaksi

Keterangan gambar, Para pendukung Lula di Rio sebelum kemenangannya

Meskipun Lula tak banyak memberi rincian tentang apa yang akan diwujudkan pemerintahan yang baru, ia menegaskan “tetap teguh dalam perjuangan untuk negara yang lebih adil, memberi kesempatan bagi semua kalangan, serta membuat kebijakan yang diarahkan pada kebutuhan penduduk”.

LRedaksin sebagian besar anggota parlemen berbeda haluan politik dengan Lula, masa jabatan kali ini kemungkinan akan jauh lebih sulit daripada tiga periode sebelumnya.

Kami menggunakan AI untuk membantu menerjemahkan artikel ini, yang awalnya ditulis dalam bahasa Inggris. Jurnalis Redaksi memeriksa terjemahan tersebut sebelum diterbitkan. Selengkapnya tentang bagaimana kami menggunakan AI.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *