Jika IHSG mampu menguat, idealnya akan kembali menguji level 5.979 atau 5.995 atau 6.120. Sebaliknya dengan skenario turun, IHSG bisa kembali melemah dan menguji support 5.839
Jakarta (Redaksi) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati sentimen di tingkat global dan domestik.
IHSG dibuka menguat 14,70 poin atau 0,25 persen ke posisi 5.940,68. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,91 poin atau 0,32 persen ke posisi 591,10.
“Jika IHSG mampu menguat, idealnya akan kembali menguji level 5.979 atau 5.995 atau 6.120. Sebaliknya dengan skenario turun, IHSG bisa kembali melemah dan menguji support 5.839, jika breakdown lanjut ke support selanjutnya di 5.805-5.774,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, Liza mengatakan sentimen pasar cenderung negatif, dengan perhatian investor tertuju pada valuasi saham teknologi, persaingan kecerdasan buatan (AI) dari China, serta keberlanjutan belanja infrastruktur AI.
Kemajuan ChangXin Memory Technologies (CXMT) dalam pengembangan arsitektur memori baru meningkatkan tekanan terhadap perusahaan semikonduktor Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.
CEO Broadcom Hock Tan memperingatkan bahwa belanja AI yang berlebihan berpotensi menghasilkan imbal hasil yang rendah.
“Investor juga mencermati risiko inflasi akibat tingginya harga energi dan prospek penerbitan obligasi oleh sektor teknologi,” ujar Liza.
Sementara itu, ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung oleh Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk penargetan fasilitas energi dan bandara.
Houthi menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10), sementara koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat rudal balistik yang diarahkan ke ibu kota pada Senin.
Selain itu, Iran juga memperkuat fasilitas sensitif, termasuk fasilitas nuklir, di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan baru AS setelah pemilihan paruh waktu pada November. Perkembangan tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.
Dari sisi moneter, fokus kebijakan tertuju pada perkembangan inflasi dan prospek suku bunga acuan The Fed. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober 2026 masih relatif rendah menjelang rilis sejumlah data ekonomi AS.
Pelaku pasar menantikan rilis data Consumer Price Index (CPI) AS periode September 2026, yang akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga acuan The Fed pada pertemuan 27-28 Oktober 2026.
Dari dalam negeri, BEI menambahkan 19 saham ke dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) pada Senin (12/10), yang mengindikasikan konsentrasi kepemilikan saham pada segelintir investor.
Baca juga: IHSG Rabu dibuka menguat 14,70 poin ke posisi 5.940
Baca juga: IHSG ditutup melemah seiring pasar cermati perkembangan Timur Tengah
“Penambahan tersebut menjadi perhatian investor terhadap struktur kepemilikan saham dan konsentrasi kepemilikan pada sejumlah emiten di pasar modal Indonesia,” ujar Liza.
Kemudian, pada bulan ini, BEI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Di sisi lain, pemerintah memperkuat tata kelola industri kelapa sawit berkelanjutan melalui pengembangan Sistem Informasi Indonesian Sustainable Palm Oil (SI-ISPO) untuk meningkatkan ketertelusuran rantai pasok dan mendukung pemenuhan persyaratan pasar global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Pengembangan sistem tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 14 Tahun 2025, sementara Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 memperluas cakupan sertifikasi ISPO hingga industri hilir dan usaha bioenergi berbasis kelapa sawit.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembiayaan sertifikasi, pendampingan, pelatihan Sistem Kendali Internal (ICS), serta pengawasan sertifikasi bagi pekebun. PT SUCOFINDO (Persero) turut mendukung pengembangan SI-ISPO melalui layanan verifikasi dan assurance untuk memperkuat kredibilitas data serta transparansi rantai pasok.
“Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan sekaligus menjaga daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional,” ujar Liza.
Bursa Eropa kompak melemah pada penutupan Selasa (13/10) kemarin, diRedaksinya Euro Stoxx 50 menguat 0,59 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,06 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,07 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 0,07 persen.
Bursa Wall Street AS juga kompak melemah pada penutupan Selasa (13/10), diRedaksinya indeks S&P 500 melemah 0,02 persen ke level 7.805,45, indeks Nasdaq Composite melemah 0,15 persen ke 27.204,38, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,35 persen ke 51.670,10.
Bursa saham regional Asia pagi ini, indeks Nikkei menguat 0,60 persen ke 68.185,00, indeks Shanghai menguat 0,09 persen ke 3.804,96, indeks Kospi menguat 1,45 persen ke 6.122,17, indeks Hang Seng melemah 0,34 persen ke 24.261,50, dan indeks Straits Times menguat 0,28 persen ke 5.445,95.
Baca juga: IHSG melemah dipicu eskalasi tensi geopolitik dan ekspektasi inflasi
Baca juga: IHSG ditutup melemah dipicu naiknya ketidakpastian global
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.