PLTA Batang Toru memikul beragam harapan dari masyarakat di sekitarnya
Tapanuli Selatan, Sumatera Uta (Redaksi) – Gemericik air sungai Batang Toru sayup-sayup menyertai perjalanan menuju bendungan utama pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang terletak di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, akhir pekan kedua Oktober.
Pepohonan nan rimbun tampak berbaris di sisi jalan, bagai pasukan yang mengelilingi dan menjaga tepi bendungan.
Aroma khas dari tanah dan dedaunan yang diguyur hujan menyambut siapa pun yang bertandang untuk melihat perkembangan proyek PLTA berkapasitas 510 megawatt (MW) tersebut. Meski Indonesia tengah dilanda fenomena El Nino, hujan telah rutin membasahi bumi Tapanuli Selatan sejak awal September.
Dari sanalah, pemerintah melihat potensi air dari sungai Batang Toru, di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), dapat menjelma menjadi karunia bagi masyarakat di sekitarnya.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan PLTA Batang Toru dapat menjadi pilar ketahanan energi dan stabilitas kelistrikan untuk kawasan tersebut.
“Ini (PLTA Batang Toru) merupakan upaya kita memperkuat ketahanan energi nasional, upaya kita memperkuat keandalan energi nasional. Tentu ini merupakan bagian dari Astacita,” ujar Yuliot ketika bertandang ke Bendungan Air PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (9/10).
Kehadirannya kala itu sekaligus untuk memulai tahap penggenangan PLTA Batang Toru. Langkah tersebut merupakan upaya percepatan proyek PLTA agar dapat mendukung keandalan sistem kelistrikan Sumbagut menjelang periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Penopang energi Sumbagut
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.