Saya ingin mengembangkan model bisnis yang sulit ditiru orang lain.

Jakarta (Redaksi) – Jepang menghadirkan pengalaman makan sushi di atas bus wisata bertingkat dua yang membawa penumpang berkeliling ke sejumlah tempat wisata di pusat Kota Tokyo, dengan hidangan sushi disajikan melalui sistem ban berjalan seperti di restoran sushi konvensional.

Bus Sushi berkapasitas 20 tempat duduk itu mulai beroperasi pada Sabtu ini, dengan penumpang di lantai dua dapat memilih sushi dari piring yang bergerak di atas ban berjalan.

“Saya ingin mengembangkan model bisnis yang sulit ditiru orang lain,” kata pendiri Sushi Bus Inc., Tomoyuki Yano dalam publikasi Kyodo pada Jumat (9/10).

Tur berlangsung sekitar 70 menit dan berangkat dari lokasi dekat Stasiun Tokyo, kemudian melewati kawasan perbelanjaan Ginza serta menawarkan pemandangan Menara Tokyo dan sejumlah tempat wisata lainnya.

Bus tersebut memiliki atap yang dapat dibuka-tutup dan menyediakan sushi sepuasnya. Tiket dapat dibanderol 16 ribu yen atau sekitar Rp1,8 juta untuk tempat duduk biasa dan 20.000 yen atau sekitar Rp2,2 juta untuk tempat duduk di bagian depan bus.

Dalam pratinjau media pada 1 Oktober, staf dapur di lantai pertama memasukkan piring-piring sushi ke dalam lift layanan kecil untuk dikirim ke lantai dua. Staf kemudian menempatkan piring tersebut di ban berjalan yang bergerak agar dapat dipilih penumpang saat bus melaju.

Kehadiran bus itu juga menarik perhatian pejalan kaki. Sebagian dari mereka tampak terkejut sebelum menyadari bahwa seluruh kendaraan tersebut dihias menyerupai potongan sushi.

Saat bus berhenti di lampu lalu lintas, staf berinteraksi dengan orang-orang di sekitar dengan membawa papan tanda dan mengajak mereka melambaikan tangan serta mengambil foto.

Yano melanjutkan bahwa sebelumnya ia telah mendirikan tur bertema ninja pada 2016 yang kemudian diikuti dengan kafe ninja.

Dia mengatakan belum ada pengalaman serupa yang menawarkan sushi dengan sistem ban berjalan di dalam bus wisata.

Setelah memilih bus sebagai sarana tur, Yano mempertimbangkan makanan yang sesuai untuk disantap selama perjalanan.

“Ramen terasa terlalu panas dan terlalu berisiko,” katanya pula.

Menurut dia, sushi lebih mudah disantap, karena dapat dimakan dalam sekali gigitan dengan satu tangan.

Pengembangan bus tersebut membutuhkan waktu lebih dari dua tahun dan biaya lebih dari 100 juta yen atau sekitar Rp11,3 miliar. Para pengembang juga melakukan lebih dari 100 pengujian pada ban berjalan untuk memastikan piring sushi tetap aman ketika bus bergerak maupun saat melakukan pengereman mendadak.

Mereka menggunakan baki plastik khusus yang dapat diamankan pada ban berjalan untuk menahan piring agar tidak bergeser. Hal ini dikarenakan ikan tidak dapat diiris di dalam bus yang bergerak, bahan tersebut dibeli dalam keadaan sudah dipotong.

Yano menyampaikan potongan ikan yang disajikan berukuran lebih besar dibandingkan restoran sushi dengan ban berjalan pada umumnya, karena hidangan tersebut juga bersaing dengan pemandangan selama perjalanan untuk menarik perhatian penumpang.

+++

https://english.kyodonews.net/articles/-/87694

Baca juga: Model Restoran Generasi Berikutnya, “Kura Sushi Osaka Kansai Expo Store”, Dibuka di “Future Life Zone” Pada Tanggal 13 April (Minggu)!

Baca juga: Kura Sushi akan Mereproduksi Hidangan Khas dari 70 Negara dan Wilayah yang Berpartisipasi dalam Osaka-Kansai Expo!

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.