Inalum adalah produsen aluminium green di Indonesia hari ini, dianggap green itu kalau emisi karbon di bawah 4 ton CO2 per ton aluminium

Jakarta (Redaksi) – Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Arif Haendra mengatakan produksi aluminium perusahaan saat ini berstatus hijau dan telah mendapat sertifikasi serta diterima pasar.

“Inalum adalah produsen aluminium green di Indonesia hari ini, dianggap green itu kalau emisi karbon di bawah 4 ton CO2 per ton aluminium,” kata Arif di Jakarta, Selasa.

Menurut Arif, Inalum telah mengantongi sertifikat hijau karena emisi karbon dari produksi aluminium berada di bawah 4 ton CO2 per ton aluminium, yakni sekitar 2,8-2,9 ton.

Setiap pengiriman produk kepada pembeli, kata dia, disertai sertifikasi hijau sebagai bagian dari upaya perusahaan memasarkan produk aluminium yang dihasilkan.

“Inalum itu 2,8 sampai 2,9. Kemarin kita meluncurkan sertifikat green dan diterima sangat baik oleh market,” ujarnya.

Baca juga: Inalum perkenalkan “Green Aluminium” RI dukung penurunan emisi

Arif memastikan Inalum akan mempertahankan status hijau produksi di Kuala Tanjung dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan selain pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Ia menjelaskan perusahaan akan menjajaki pemanfaatan sumber energi terbarukan lain di Sumatera Utara, termasuk potensi pembangkit listrik tenaga air di luar aliran Sungai Asahan.

“Kita akan memanfaatkan, kalau kita akan menggunakan jaringan PLN kita akan menggunakan renewable energy certificate (REC) dari PLN,” katanya.

Baca juga: Inalum raih outlook stabil, pastikan jaga kinerja berkelanjutan

Arif menambahkan Inalum tengah menjajaki kerja sama lanjutan dengan PT PLN untuk memanfaatkan energi dari perusahaan listrik tersebut.

Menurut dia, pembahasan terkait tarif masih dapat dilakukan lebih lanjut dengan mengedepankan kesepakatan yang saling menguntungkan.

“Sepanjang semua itu win-win solution mengapa tidak. Sehingga kita sangat terbuka, sangat berharap mendapat dukungan dari PLN untuk renewable energy ini,” ujarnya.

Baca juga: INALUM sebut kenaikan peringkat bukti penguatan fundamental usaha

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Abdul Hakim
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.