Eks pimpinan pesantren di Lombok Tengah, TGH Muhammad Imanuddin Sumar, jadi tersangka kasus dugaan kekerasan seksual

TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias abah

Keterangan gambar, TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias abah merupakan eks pemimpin pesantren Abul Barokat Wannafahat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 4 menit

Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menetapkan eks pemimpin pesantren Abul Barokat Wannafahat, TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias Abah sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah santri perempuannya.

“Hari ini kami sudah menetapkan terduga pelaku menjadi tersangka, [yaitu] mantan pimpinan pondok pesantren [di Lombok Tengah],” kata Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi, kepada wartawan, Senin (06/10), seperti dilaporkan jurnalis Abdul Latif untuk Redaksi News Indonesia.

Penetapan tersangka terhadap Muhammad Imanuddin Sumar dilakukan setelah penyidik memeriksa 13 saksi pelapor, yang merupakan para korban dugaan pencabulan.

Menurut Iptu Lalu Brata Kusnadi, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni dari UU Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan KUHP.

Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi menyebut, ancaman hukuman terhadap Imanuddin Sumar bisa lebih dari 15 tahun.

“Karena dia seorang pendidik dan jumlah korban lebih dari satu, hukumannya bisa diperberat sampai 20 tahun,” ujarnya.

Iptu Lalu Brata Kusnadi menyebut tim penyidik akan memeriksa Imanuddin Sumar alias abah, tetapi tidak dirinci kapan pemeriksaan itu dilakukan.

“Yang bersangkutan juga dikenakan pencekalan ke luar negeri karena dlsedang berhadapan dengan masalah hukum,” kata Brata.

Lewatkan Paling banyak dibaca dan terus membaca

Paling banyak dibaca

  • Aksi demonstrasi di sebuah perusahaan menuntut direksi menaikkan gaji, menyetujui pembayaran bonus, serta memberikan status kepegawaian kepada para pekerja sementara yang telah bekerja selama bertahun-tahun tanpa status sebagai karyawan. (Foto: Donal Husni/NurPhoto via Getty Images)

  • Ilustrasi: Seorang anak SD tampak sedih dan ketakutan karena menjadi korban perundungan.

  • Warga menunggu antrean sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/9/2026).

  • Ilustrasi: Petugas tengah menggeledah warga binaan di blok Rutan Kelas I Kota Depok pada Kamis (05/01/2023).

Akhir dari Paling banyak dibaca

Sampai berita ini diterbitkan, Imanuddin Sumar alias abah belum memberikan tanggapan.

Sosok abah dikaitkan dengan berbagai tuduhan dugaan kekerasan seksual terhadap santri perempuannya, setelah sejumlah korban bersuara ke publik.

Sebagian korban mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan keterlibatan Imanuddin.

Seperti yang terungkap dalam investigasi Redaksi Eye, para santri itu mengaku diintimidasi dan dipaksa bungkam saat bersuara.

Baca liputan investigasi Redaksi Eye:

Terungkapnya kasus dugaan kekerasan seksual di pesantren itu ditanggapi oleh Imanuddin sebagai “tuduhan” yang “tidak benar dan tidak mendasar”.

Dia mengutarakan hal itu dalam jumpa pers pada Rabu (23/09).

Menanggapi hasil liputan Redaksi Eye, dia menegaskan rekaman suaranya “bukanlah sebuah pengakuan” melainkan “upaya tabayyun (klarifikasi) langsung yang saya lakukan bersama saudara Yusron dan santri-santri yang diduga menjadi korban”.

Dalam jumpa pers itu, dia juga berkata “siap menghadapi sendiri seluruh proses hukum yang sedang berjalan demi membuktikan kebenaran yang sesungguhnya secara objektif”.

TGH Muhammad Imanuddin Sumar saat jumpa pers di Mataram, NTB, pada Rabu (23/09) malam.

Sumber gambar, Dok. Kuasa Hukum TGH/Kompas.com

Keterangan gambar, TGH Muhammad Imanuddin Sumar saat jumpa pers di Mataram, NTB, pada Rabu (23/09) malam.

“Pada prinsipnya Abah tetap merasa tidak melakukan pelecehan. Terkait tuduhan-tuduhan itu tetap Abah bantah,” kata Yuda Aditya Maatfa, kuasa hukumnya.

Ketika kasus ini terungkap dan menyedot perhatian, Imanuddin mundur dari posisinya sebagai pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat di Desa Bunkate, Lombok Tengah.

Posisinya kemudian digantikan oleh Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi pada Jumat (25/09).

TGB dikenal sebagai pemuka agama di NTB dan mantan gubernur provinsi tersebut.

Dia juga merupakan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), salah-satu ormas terbesar di NTB.

Setelah dipercaya untuk mengambil alih kepemimpinan di ponpes tersebut, TGB berjanji “akan mengawal” proses hukumnya.

TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias Abah, Senin (28/9/2026) menjalani pemeriksaan di Ruang PPA Mapolres Lombok Tengah.(FITRI RACHMAWATI)

Sumber gambar, FITRI RACHMAWATI/Kompas.com

Keterangan gambar, TGH Muhammad Imanuddin Sumar alias Abah, Senin (28/09), saat diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik Polres Lombok Tengah.

13 saksi telah diperiksa

Lebih lanjut Lalu Brata menjelaskan, penyidik telah meminta keterangan dari 13 saksi yang merupakan alumni santriwati dan mengaku menjadi korban.

Sebelumnya, tim penyidik Polres Lombok Tengah juga telah meminta pendapat ahli pidana dan ahli psikologi.

Pemeriksaan ahli dilakukan untuk membantu penyidik memperkuat penanganan perkara yang sedang berjalan.

“Pemeriksaan ahli psikologi ini untuk melihat kondisi psikis korban maupun terlapor,” kata Lalu Brata, Kamis (01/10) lalu.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.

Temukan lebih banyak

Lewati Video Pendek dan lanjutkan

Video Pendek

  • Zia dan Yusron

  • Pondok pesantren (ponpes) Abul Wannaafahat, Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)

  • TGH Muhammad Imanuddin Sumar

  • Komite Aksi Perempuan selama protes terhadap kekerasan seksual di Indonesia, dengan slogan Save Our Sisters, di Jakarta, Indonesia

Related Posts

Pimpinan pesantren diduga lakukan kekerasan seksual, ratusan santri Ponpes Abul Barokat Wannafahat NTB dijemput orang tuanya – ‘Kami khawatir karena anak saya perempuan’

Sumber gambar, Redaksi News Indonesia Keterangan gambar, Keluarga santri menjemput anggota keluarganya selama liburan sementara, dan sebagian mengaku tidak mau kembali belajar di sana. Telah diterbitkan 22 September 2026 Diperbarui…

Pimpinan pesantren di NTB diduga lakukan kekerasan seksual, TGB janji ‘mengawal’ proses hukum – ‘Korban harus dapat keadilan’

Sumber gambar, Redaksi Indonesia Keterangan gambar, “Harus kita dorong penegakan hukumnya, di dorong betul-betul,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi kepada wartawan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *