‘Saya tidak akan membiarkan orang lain tewas’ – Siapa pilot India yang disebut ‘pahlawan’ setelah ditikam di pesawat Flydubai?

Sumber gambar, Narendra Modi
-
- Penulis, Henry Moore
- Peranan, di London,
- Penulis, Soutik Biswas
- Peranan, Koresponden India
- Melaporkan dari, di Delhi
-
Telah diterbitkan
-
Waktu membaca: 6 menit
Pilot yang ditikam di dalam pesawat menuju Israel telah diidentifikasi sebagai warga negara India, Kapten Smit Machchhar.
Machchhar diserang oleh kopilotnya di dalam pesawat Flydubai tujuan Tel Aviv, sehingga pesawat terpaksa dialihkan ke Arab Saudi.
Machchhar mengaku bertekad untuk tidak membiarkan orang lain meninggal dunia.
Dia mengatakan bahwa dirinya tergeletak di lantai dan masih diserang ketika menyadari bahwa pesawat yang membawa lebih dari 170 penumpang itu sedang menukik turun dan ia harus melakukan sesuatu.
“Saya terbaring di lantai dalam keadaan terluka, tetapi saya mengatakan kepada diri sendiri untuk melakukan satu upaya terakhir guna membuka pintu dari dalam,” ujarnya dalam panggilan video dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
“Orang-orang lain kemudian masuk dan juga berperan [dalam mengendalikan situasi]. Tentu saja saya berjuang untuk menyelamatkan nyawa saya sendiri, tetapi pada saat yang sama saya tahu saya tidak akan membiarkan orang lain tewas,” tambahnya.
Penerbangan Flydubai FZ1073, yang berangkat dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu dini hari, anjlok lebih dari 17.000 kaki (5.200 meter) sekitar dua setengah jam setelah lepas landas.
Pesawat tersebut pertama kali mengirimkan sinyal darurat kepada petugas pengatur lalu lintas udara sebelum beralih ke kode squawk 7500, yang menandakan pembajakan pesawat.
Lewatkan Paling banyak dibaca dan terus membaca
Paling banyak dibaca
Akhir dari Paling banyak dibaca
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan kepada media bahwa salah satu pilot telah menikam pilot lainnya dan “tampaknya berusaha menjatuhkan” pesawat tersebut.
Setelah kopilot dilumpuhkan oleh sesama penumpang, dua pilot cadangan yang berada di dalam pesawat berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi bagian barat laut, pada pukul 06.58 waktu setempat.
Uni Emirat Arab telah memulai penyelidikan untuk mengetahui “apakah insiden tersebut terkait dengan aktivitas atau motif terorisme”, menurut kantor berita pemerintah negara itu.
Pengalaman selama bertahun-tahun
Machchhar tumbuh besar di Mumbai, India, tempat kedua orang tuanya masih bermukim.
Pada 2008, dia bergabung dengan Mainland Air, sebuah sekolah penerbangan di Dunedin, Selandia Baru. Selang tiga tahun kemudian, dia bekerja untuk maskapai India SpiceJet sebagai pilot komersial.
Dia lantas pindah ke Dubai dan bergabung dengan maskapai Flydubai pada 2022 sebagai pilot berpengalaman.

Sumber gambar, Kedutaan Besar India di Israel
Philip Kean, CEO Mainland Air, mengatakan kepada Redaksi bahwa dia mengenang Machchhar sebagai sosok yang mampu tetap tenang dalam situasi krisis.
“Kami melatihnya untuk melakukan pendaratan darurat, bukan untuk menghadapi situasi seperti ini, yang sangat, sangat jarang terjadi,” kata Kean. “Itu sudah lama sekali, tetapi yang saya ingat, dia adalah pekerja yang baik dan jujur.”
Menurut profil LinkedIn-nya, Machchhar memiliki pengalaman terbang lebih dari 9.750 jam, termasuk lebih dari 6.400 jam sebagai pilot yang memegang kendali utama penerbangan.
Baca juga:
Maskapai tempat Machchhar dulu pernah bekerja, SpiceJet, mengeluarkan pernyataan yang menyebutnya sebagai “pahlawan” yang telah menyelamatkan “tak terhitung banyaknya nyawa”.
Seorang teman lama yang pernah bekerja bersamanya di SpiceJet, Kapten Dharav Gosalia, menyebut Machchhar sebagai sosok yang supel dan “sangat periang”.
Machchhar, yang memiliki julukan “Smit Mac”, adalah “pilot yang disiplin” dan telah menjalani pelatihan selama bertahun-tahun, kata Gosalia.
Pelatihan itu termasuk dari para mantan pilot Angkatan Udara India yang kemudian beralih ke penerbangan komersial.

Sumber gambar, Dharav Gosalia
Tahun lalu, Machchhar menceritakan bagaimana dia mulai menerbangkan pesawat dan pengalamannya sebagai pilot dalam siniar Bona-Fide Banter.
Menurutnya, dunia penerbangan “tidak pernah menjadi cita-cita masa kecilnya”.
Ketika berusia sekitar 19 tahun, dia mengikuti pendidikan manajemen dengan rencana bekerja di bisnis keluarganya. Namun, dia kemudian mengikuti sebuah seminar penerbangan dan sejak saat itu “mulai terpikat” dengan dunia tersebut.
Machchhar juga mengatakan bahwa ketika mengenakan seragam pilot, dia bersikap “serius” dan “100% memikirkan pekerjaan”. Namun, berbeda dengan ketika masih muda, kini dia lebih menghargai pentingnya keseimbangan Redaksi pekerjaan dan kehidupan pribadi serta meluangkan waktu bersama keluarga.
“Berikan porsi yang sama pentingnya untuk kehidupan pribadi. Itu akan membantu Anda menjalani karier sebagai pilot lebih lama,” sarannya.
Dia juga menceritakan berbagai tantangan yang pernah dihadapinya di udara, termasuk ketika seorang penumpang mengalami persalinan prematur dan awak pesawat bekerja sama untuk memastikan bayi tersebut lahir dengan selamat.
“Dalam dunia penerbangan, saya beruntung bisa berkembang bersama orang-orang yang membantu saya menjadi pilot seperti sekarang,” katanya.
Dia mengatakan para pilot senior turut mengajarinya cara menghadapi situasi yang penuh tekanan.
Lewatkan content dan terus membaca
Akhir dari content
Saat wawancara itu berlangsung, Machchhar mengatakan belum pernah ada pesawat yang diterbangkannya yang harus melakukan pendaratan darurat. Namun, dia pernah menghadapi keadaan darurat medis dan masalah kecil pada pesawat yang menyebabkan keterlambatan.
Menurutnya, keterlambatan “bukan masalah bagi saya. Selama Anda bisa keluar dari pesawat [dengan selamat], itulah yang saya inginkan.”
Media sosial di India dibanjiri pujian untuk Machchhar sejak identitasnya terungkap, dengan sejumlah warganet menyebutnya sebagai pahlawan. Cuplikan dari siniar tersebut juga menjadi viral.
Ditikam di tengah penerbangan
Penerbangan Flydubai FZ1073 lepas landas dari Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab pada pukul 03:05 GMT (07:05 waktu setempat), menuju Bandara Ben Gurion di Israel.
Pesawat itu mengangkut sedikitnya 150 orang. PM Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan “hampir semua” penumpangnya adalah warga Israel.
Data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian dengan cepat di atas wilayah Arab Saudi sekitar dua setengah jam setelah lepas landas.
Pesawat turun lebih dari 17.000 kaki (5.000 meter) dalam waktu kurang dari dua menit sekitar pukul 05:21.

Sumber gambar, Getty Images
Beberapa menit kemudian, pesawat mengirimkan kode darurat, squawk 7700, sebelum mengubahnya menjadi squawk 7500, kode yang mengindikasikan pembajakan.
Pada pukul 05:40, pesawat, yang sempat memasuki wilayah udara Yordania, berputar kembali menuju Arab Saudi. Pesawat kemudian mulai melakukan penurunan ketinggian secara manual untuk mendarat.
Kurang dari satu jam kemudian, pesawat kembali mengirimkan kode squawk 7700.
Laporan awal media setempat mengutip para pejabat Israel yang mengatakan bahwa perkelahian terjadi Redaksi dua pilot.
Netanyahu mengonfirmasi bahwa kopilot menikam pilot lainnya sebelum “tampaknya mencoba menjatuhkan” pesawat.
Dia mengatakan seorang penumpang Israel memberitahunya bahwa “pesawat berputar dan mulai kehilangan ketinggian”, sebelum penumpang tersebut bersama seorang awak pesawat menerobos masuk ke kokpit dan melumpuhkan “pilot yang melakukan penikaman”.
Pesawat kemudian dialihkan ke Bandara Tabuk di barat laut Arab Saudi dan mendarat pada pukul 06:58, menurut data lokasi.
Pilot yang ditikam, yang menurut Kedutaan Besar India di Arab Saudi berada dalam kondisi stabil, kemudian diidentifikasi sebagai Machchhar.
Modi dan Trump puji Machchhar
Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan Machchhar “menunjukkan keberanian luar biasa dan tekad yang tak tergoyahkan untuk melindungi nyawa orang lain”, meski mengalami luka serius.
“Keberaniannya membantu menyelamatkan ratusan nyawa dan mencegah tragedi besar,” tulis Modi dalam unggahan di X. Dia juga berharap Machchhar segera pulih.
Kedutaan Besar India di Uni Emirat Arab mengatakan Machchhar “dalam kondisi sehat dan terus membaik”. Duta Besar India, Deepak Mittal, mengatakan dia “bangga atas keberanian Kapten Smit” dan “merasa sangat lega” setelah bertemu dengannya.
Menteri Luar Negeri India, S Jaishankar, memuji “keberanian luar biasa dan ketenangan berpikir” sang pilot, bahkan ketika menghadapi “bahaya besar”.
Netanyahu menyebut Machchhar sebagai “pahlawan sejati”.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa “kondisi pilot itu sangat buruk”, tetapi dia masih mampu mengambil keputusan untuk membuka pintu kokpit saat serangan berlangsung.
“Luar biasa. Bisa dibilang dia seorang pahlawan karena membuka pintu itu. Dia berhasil mundur dan membuka pintu tersebut,” kata Trump.
Laporan tambahan oleh Sharanya Hrishikesh dan Meryl Sebastian.




