Natuna (Redaksi) – Sejak Agustus 2026, pengaruh fenomena El Nino membuat curah hujan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, menurun. Tanah di sana perlahan kehilangan kelembapannya.
Lahan terbuka yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi dan menjadi sumber pakan ternak mulai mengering sehingga meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Memasuki pekan kedua Agustus 2026, titik panas mulai bermunculan di sejumlah wilayah Natuna. Kebakaran terjadi di beberapa lokasi dan hingga akhir Agustus telah menghanguskan lahan dengan luas total lebih dari 20 hektare.
Bencana tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) pada 26 Agustus 2026.
Baca juga: Perubahan iklim menuntut perubahan cara mengelola bencana
Satu komando hadapi api
Satgas itu dikomandoi langsung oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BMKG, KPHP, Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Nusa Natuna, perangkat daerah, hingga masyarakat.
Mereka datang dari institusi dengan kemampuan berbeda. Ada yang memiliki kemampuan operasi di udara dan darat, menyediakan informasi cuaca, serta mendukung ketersediaan air, kesehatan, logistik hingga penyelamatan. Perbedaan kemampuan itu dirangkai dalam satu sistem kerja.
Para pimpinan instansi ditempatkan pada bidang yang telah ditentukan, mulai dari perencanaan dan keuangan, administrasi umum dan posko, operasi udara, operasi darat, hingga penyediaan air bersih. Struktur tersebut juga mencakup penyelamatan, evakuasi dan transportasi, data dan informasi, kesehatan, logistik dan peralatan, serta pencegahan dan penegakan hukum.
Ketika personel bergerak menuju titik api, mereka membutuhkan informasi mengenai kondisi cuaca dan arah angin. Mereka juga membutuhkan dukungan kesehatan, ketersediaan air, peralatan, serta jalur evakuasi apabila situasi berubah. Informasi dari lapangan kemudian dikirim kembali ke posko untuk menjadi dasar pengambilan keputusan.
Editor: Anton Santoso
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.