Jakarta (Redaksi) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja, khususnya teknisi, seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, agar mampu memenuhi kebutuhan industri.
Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan perkembangan teknologi membuat pekerjaan teknisi ponsel membutuhkan keterampilan yang semakin spesifik, presisi, dan terukur.
Menurut Afriansyah, profesi teknisi ponsel kini berkembang lebih luas dan tidak lagi sekadar berkutat pada pekerjaan reparasi.
Keterampilan seperti micro-soldering, ketelitian, dan kecakapan tangan perlu dilengkapi dengan kemampuan memecahkan masalah (problem solving), dan kedisiplinan.
“Standar kompetensi teknisi ponsel perlu terus dikembangkan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari pergeseran kebutuhan keterampilan, yang sebelumnya lebih berfokus pada perbaikan dasar dan pengetahuan umum menjadi kemampuan teknis yang lebih spesifik, presisi, dan terukur,” ujar dia.
Bagi teknisi, peningkatan kompetensi juga berkaitan dengan pengakuan atas keahlian yang dimiliki.
Jika sebelumnya kemampuan banyak diperoleh dan dibuktikan melalui pengalaman kerja secara ad hoc, ke depan penguasaan keterampilan perlu diukur melalui sertifikasi agar memiliki pengakuan yang lebih jelas.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memiliki peran melalui kebijakan dan pelatihan, sedangkan industri berperan sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus pihak yang memahami standar kerja yang dibutuhkan,” kata Afriansyah.
Selain itu, Wamenaker mengatakan peningkatan kemampuan teknisi tidak berhenti pada pendidikan, pelatihan, maupun kompetisi.
Proses tersebut perlu berlangsung sepanjang hayat karena teknologi dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami perubahan.
“Siklus tersebut dapat dimulai melalui kompetisi untuk mengetahui posisi dan mengevaluasi kekurangan, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kompetensi untuk menghasilkan keterampilan yang lebih presisi dan tersertifikasi,” ujar Afriansyah.
Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) turut mendukung penyelenggaraan Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang digelar Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN).
Ajang tersebut mempertemukan pelaku industri, teknisi, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan kapasitas profesi teknisi ponsel.
“Dengan adanya teknisi telepon seluler bersertifikasi menjadi suatu peluang yang baik, dan saya berharap ekosistem teknisi telepon seluler dapat terus berkembang,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Baca juga: Wamenaker: Kompetensi teknisi digital perkuat “skill-based economy”
Baca juga: Kemnaker: Pola pekerjaan berubah, permintaan SDM berbasis digital naik
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.