Trump sambut Xi Jinping di Washington, akan diskusikan isu AI dan perdagangan

Presiden AS Donald Trump, Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden China Xi Jinping, dan istrinya Peng Liyuan memeriksa barisan pasukan kehormatan saat tiba menjelang kunjungan kenegaraan di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.

Sumber gambar, Jonathan Ernst/REUTERS

Keterangan gambar, Presiden AS Donald Trump, Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden China Xi Jinping, dan istrinya Peng Liyuan memeriksa barisan pasukan kehormatan saat tiba menjelang kunjungan kenegaraan di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 4 menit

Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping dengan seremoni penyambutan di Joint Base Andrews, pada Rabu (23/09) waktu setempat, menandai dimulainya kunjungan tiga hari pemimpin China itu ke Amerika Serikat.

Karpet merah digelar ketika Presiden Trump dan Ibu Negara Melania Trump berjalan menyambut President Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan, di landasan Joint Base Andrews.

Setelah Xi turun dari pesawat, kedua pemimpin berjabat tangan dengan masing-masing istri mereka berdiri di samping mereka.

Dua pesawat bomber B-1 terbang melintas untuk menyambut kedatangan pemimpin China itu, sementara band Angkatan Udara AS memainkan lagu kebangsaan kedua negara dengan bendera AS dan China berkibar.

Trump dan Xi kemudian terlihat berangkat secara terpisah menuju Washington DC.

Ini adalah pertama kalinya, sejak 1962, seorang presiden AS secara langsung menyambut pemimpin asing di pangkalan tersebut. Penyambutan megah ini menjadi sinyal pentingnya kunjungan tersebut bagi Trump.

Presiden AS Donald Trump, Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden China Xi Jinping, dan istrinya Peng Liyuan mendengarkan lagu kebangsaan Amerika Serikat saat tiba di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.

Sumber gambar, Kevin Lamarque/REUTERS

Keterangan gambar, Presiden AS Donald Trump, Ibu Negara AS Melania Trump, Presiden China Xi Jinping, dan istrinya Peng Liyuan mendengarkan lagu kebangsaan Amerika Serikat saat tiba di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.

Kunjungan ini juga menandai perjalanan pertama Xi ke Amerika Serikat dalam lebih dari satu dekade dan pertemuan ketiganya dengan Trump sejak presiden AS itu memulai masa jabatan keduanya.

Kedua pemimpin terakhir kali bertemu pada Mei lalu di China, ketika Trump menerima penyambutan kenegaraan yang meriah dari Xi di Beijing.

Lewatkan Paling banyak dibaca dan terus membaca

Paling banyak dibaca

  • Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026). Aksi bertema

  • Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026).

  • Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026).

  • Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah melakukan angkatan snatch pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/09).

Akhir dari Paling banyak dibaca

Berbagai isu, mulai dari kecerdasan buatan (AI), perdagangan, hingga Taiwan, akan menjadi agenda pembahasan dalam kunjungan kenegaraan yang diperkirakan berlangsung penuh taruhan bagi para pemimpin dua negara adidaya dunia tersebut.

‘Lebih baik menjadi mitra daripada rival’

Setibanya di Joint Base Andrews, Presiden Xi dan istrinya disambut dengan penghormatan 21 dentuman meriam serta iringan band militer. Mereka juga menerima bunga dari anak-anak Amerika, menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua.

Xinhua juga menulis bahwa Trump menyebut Xi sebagai “pemimpin besar” dan momen tersebut sebagai “peristiwa besar”.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berbincang saat Xi tiba untuk memulai kunjungan kenegaraannya di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.

Sumber gambar, Jonathan Ernst/REUTERS

Keterangan gambar, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping berbincang saat Xi tiba untuk memulai kunjungan kenegaraannya di Joint Base Andrews, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 September 2026.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikannya, Xi mengatakan bahwa China dan Amerika Serikat adalah “negara-negara besar, dan rakyat mereka adalah rakyat yang besar.”

“Kedua negara seharusnya menjadi mitra, bukan rival,” kata Xi, seperti dikutip media pemerintah tersebut.

“Mewujudkan kebangkitan besar bangsa China dan membuat Amerika kembali berjaya sepenuhnya dapat berjalan berdampingan, saling memperkuat, dan memberikan manfaat bagi dunia.”

Perpanjangan gencatan perang dagang

Menteri Keuangan AS Scott Bessent membawa kabar terkait gencatan perang dagang kedua negara sebelum pertemuan puncak Trump-Xi benar-benar dimulai.

Saat Presiden AS bertemu dengan mitranya dari China di landasan Joint Base Andrews, muncul kabar bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan perang dagang mereka.

Kesepakatan yang mulai berlaku tahun lalu dan semula akan berakhir pada November itu kini dikabarkan diperpanjang setidaknya hingga 10 Januari.

Gencatan perang dagang tersebut disepakati tahun lalu, ketika Trump dan Xi bertemu di Korea Selatan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Trump menurunkan tarif atas sejumlah barang, sebagai imbalan atas pelonggaran pembatasan ekspor mineral tanah jarang oleh Xi.

Kesepakatan perpanjangan tersebut dicapai setelah perundingan panjang dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York pada akhir pekan lalu, yang kemudian berlanjut di Washington pada Rabu.

Fakta bahwa diperlukan waktu begitu lama hanya untuk memperpanjang status quo menunjukkan betapa rumitnya negosiasi Redaksi dua ekonomi terbesar dunia itu.

Trump meningkatkan eskalasi perang dagang dengan Beijing pada 2025, tampaknya dengan keyakinan bahwa ia berada di posisi yang lebih kuat saat meluncurkan gelombang tarif impor terhadap China.

Namun, serangkaian langkah balasan dari China, termasuk pembatasan ekspor mineral tanah jarang yang krusial, memberikan pukulan besar sehingga kedua negara terjebak dalam kebuntuan.

Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah kedua pemimpin benar-benar dapat mencapai kemajuan yang berarti ketika mereka duduk bersama dalam perundingan pada Kamis (24/09).

Artikel ini akan diperbarui secara berkala

Temukan lebih banyak

Lewati Video Pendek dan lanjutkan

Video Pendek

Related Posts

Trump dan Xi bertemu langsung saat AS dan China bersaing memenangi perlombaan AI – Siapa paling unggul?

Keterangan video, Karpet merah dan atraksi pesawat militer: Cara Trump menyambut Xi. Penulis, Joe Tidy Peranan, Cyber correspondent Penulis, Osmond Chia Peranan, Business reporter Telah diterbitkan 24 September 2026 Waktu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *