Jakarta (Redaksi) – Perusahaan besar farmasi Dexa Group menilai penghargaan Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadi bentuk apresiasi pemerintah, sekaligus dorongan untuk terus memperkuat industri farmasi halal yang berdaya saing.
PT Ferron Par Pharmaceuticals, yang merupakan bagian dari Dexa Group meraih IHYA 2026 untuk kategori Perusahaan Industri Besar, Subkategori Farmasi, dan Obat Tradisional Terbaik.
Direktur Utama Ferron Par Pharmaceuticals Benny Sutisna Suwarno, dalam keterangannya yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, menyampaikan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap konsistensi perusahaan dalam membangun industri farmasi yang memenuhi kaidah halal.
“Ini juga menjadi bentuk pembuktian bahwa apa yang telah kita usahakan mendapat apresiasi dari pemerintah,” ujar Benny.
Menurut Benny, implementasi sistem jaminan produk halal di perusahaan bukan dilakukan sebagai respons sesaat terhadap regulasi, melainkan telah dibangun secara bertahap dan konsisten sejak 2019.
Hingga saat ini, lebih dari 1.800 stock keeping unit (SKU) produk serta seluruh fasilitas produksi perusahaan telah tersertifikasi halal.
Penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga standar halal dan kualitas, sekaligus memperkuat daya saing di pasar nasional dan global.
Sebelumnya, dalam Pembukaan Industrial Festival x Halal Indo 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri halal merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri nasional dan memenangkan persaingan ekonomi global.
Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report 2025-2026, konsumsi masyarakat Muslim dunia di enam sektor ekonomi syariah mencapai 2,6 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,6 triliun dolar AS pada 2029.
“Sertifikasi itu bukan tujuan akhir. Pelaku industri juga harus memiliki kapasitas produksi yang baik dan akses pasar yang semakin luas, khususnya pasar-pasar internasional,” ujar Agus.
Ia menambahkan penguatan industri halal perlu diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global melalui Peta Jalan Pengembangan Industri Halal 2025-2029 yang menargetkan Indonesia menjadi pusat industri halal global.
Dari catatan Kemenperin, penyelenggaraan IHYA tahun ini menunjukkan tren positif seiring meningkatnya antusiasme dan komitmen pelaku industri yang tercermin dari peningkatan jumlah pendaftar pada IHYA 2026, menjadi 1.091 peserta.
Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian seleksi dan penjurian ketat hingga tahap akhir, terpilih 23 entitas terbaik sebagai penerima IHYA 2026.
Baca juga: Kemenperin perkuat fasilitasi sertifikasi halal industri kecil
Baca juga: Kemenekraf perkuat daya saing produk kreatif melalui sertifikasi halal
Baca juga: Dexa Group konsisten dukung kepatuhan industri halal lewat sertifikasi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.