Jakarta (Redaksi) – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengawal pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, untuk memastikan upaya penanganan kekeringan di wilayah Jabodetabek berjalan optimal.

“Operasi yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan BMKG tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sehingga pengawasan ketat menjadi hal yang mutlak,” kata Herdiyanto Kenneth di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta dirinya tentu wajib mengawal kegiatan ini karena Operasi Modifikasi Cuaca ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang di himpun dari skema uang rakyat.

“Kami harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya,” kata dia.

Ia mengatakan dalam peninjauan teknis di lapangan, dirinya ikut memeriksa langsung persiapan bahan semai yang disiapkan untuk penyemaian awan.

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya operasi menggunakan bahan NaCl cair (liquid). Namun pada operasi hari ini petugas menyemai sebanyak 1 ton NaCl bahan garam halus (powder).

​”Kami berharap hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Ia menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca di langit Jabodetabek telah dilakukan sejak 18 September 2026.

Dan penyemaian awan pada 25 September 2026 merupakan hari terakhir untuk melakukan modifikasi cuaca karena pertumbuhan awan diprediksi menipis akhir pekan ini.

“Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan OMC yang dilakukan pada 18-25 September 2026 memiliki tiga tujuan.

Pertama untuk menurunkan polusi udara. Kemudian untuk membantu menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta dan ketiga meningkatkan kebutuhan air baku PAM Jaya.

Ia memprediksi hujan bakal turun dalam beberapa hari ke depan. Hanya saja curah hujan kemungkinan tak turun merata di seluruh wilayah Jakarta.

Hujan diprediksi lebih banyak turun di perbatasan Jakarta, seperti Bogor dan Depok.

“Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” kata dia.

Baca juga: Legislator minta pemerintah perhatikan kebutuhan penyintas kebakaran

Baca juga: Legislator bantu korban kebakaran di Jelambar Jakbar dari dana pribadi

Baca juga: DPRD DKI minta Pemprov prioritaskan ketersediaan tenaga pendidik

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.