KETUA Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Bestari Barus mengatakan, rencana kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke-38 provinsi di Indonesia bertujuan untuk menegaskan posisi politik Jokowi.
Menurut Bestari, blusukan Jokowi ke berbagai daerah merupakan antisipasi agar tidak ada masyarakat yang masih beranggapan bahwa ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu masih menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Itu penting buat kami menitipkan kepada Pak Jokowi bila nanti turun ke-38 provinsi agar turut menyampaikan bahwa beliau sudah di PSI, enggak lagi di partai yang lama,” kata mantan politikus NasDem ini saat dihubungi pada Senin, 15 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kendati jabatan Jokowi di PSI belum diumumkan secara resmi, PSI sejak lama memberi sinyal bahwa mantan Wali Kota Solo diamanahi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Bestari juga mengakui bahwa partisipasi Jokowi dalam struktur PSI telah menjadi rahasia umum. Walhasil, kehadiran Jokowi dianggap dapat menjadi alat sosialisasi sekaligus mempromosikan PSI.
“Sehingga ini bisa menjadi pemakluman publik tentang posisi politik beliau. Jadi jangan nanti ada klaim-klaim lagi di sebagian di tengah masyarakat gitu, kan sudah fix di PSI,” tutur Bestari.
Rencananya, Jokowi memilih Provinsi Lampung sebagai daerah perdana yang dikunjungi pada akhir Juni 2026. Bestari memprediksi kunjungan itu bisa berlangsung hingga di beberapa, selama lebih dari satu hari.
Di sana, Jokowi akan bertemu dengan berbagai tokoh masyarakat setempat dan dijadwalkan memberikan arahan kepada kelompok relawan serta pengurus PSI. Bestari juga berharap Jokowi bisa kembali mendeklarasikan dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo Subianto dan Gibran.
“Kami harapkan Pak Jokowi menyampaikan dalam pertemuan baik dengan masyarakat yang mengundang dan juga utamanya dengan PSI itu tentang dukungan terhadap pemimpin kita Pak Prabowo dan Gibran,” ucap dia.
DPP PDIP memecat Jokowi lewat Surat Keputusan atau SK pemecatan bernomor 1649/KPTS/ DPP/XII/ 2024. Pemecatannya bersamaan dengan pemberhentian Gibran dan Bobby Nasution.
Jokowi dipecat lantaran disebut melanggar AD/ART partai. Adapun Gibran dipecat setelah berbeda haluan pada Pilpres 2024 dengan menjadi pendamping Prabowo Subianto. Sedangkan Bobby Nasution dipecat karena mendukung Prabowo-Gibran.






