Anggota DPR Marinus Gea Minta Data Imigrasi Terintegrasi dari Pusat-Daerah

Jakarta

Anggota Komisi XIII DPR RI, Marinus Gea menekankan pentingnya transparansi dan integrasi data keimigrasian. Hal ini guna mendukung pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing (WNA) di Indonesia.

Menurut Marinus, Imigrasi berperan sebagai penjaga gerbang keluar masuk orang asing sekaligus bertanggung jawab mengawasi aktivitas WNA di Indonesia guna menjaga kedaulatan negara.

“Imigrasi ini adalah institusi penjaga gerbang masuk keluarnya orang asing di Indonesia dan juga institusi yang melakukan pengawasan terhadap gerak-gerik serta aktivitas orang asing di Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara kita,” ujar Marinus dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikannya saat pertemuan dengan jajaran keimigrasian daerah dalam rangka Kunjungan Kerja Komisi XIII DPR RI ke Provinsi Sumatera Utara, Jumat (12/6).

Ia menilai data keimigrasian merupakan instrumen utama yang harus dapat diakses secara optimal oleh seluruh petugas pengawasan di daerah. Namun, selama ini data yang tersedia belum cukup transparan sehingga sering menimbulkan pertanyaan terkait akurasi dan keterbukaannya.

“Data yang disajikan selama ini sering memunculkan pertanyaan karena kita menduga masih ada ketidaktransparanan. Untuk itu perlu digitalisasi yang lebih transparan agar akses data bisa dilakukan secara nasional dan terintegrasi,” paparnya.

Marinus menjelaskan pusat saat ini telah memiliki akses data nasional, namun informasi tersebut perlu didistribusikan hingga ke tingkat kantor wilayah dan kantor imigrasi. Pasalnya, beban pengawasan terbesar justru berada di daerah yang berhadapan langsung dengan aktivitas orang asing.

Ia menegaskan petugas di daerah perlu mengetahui riwayat perlintasan setiap WNA, termasuk apakah yang bersangkutan masuk melalui wilayah lain dan apakah sudah keluar dari Indonesia atau belum.

“Kalau pengawasan hanya dimonitor oleh pusat, tentu bebannya sangat besar. Kita memiliki banyak pintu masuk dan keluar orang asing di Indonesia. Karena itu distribusi pengawasan harus dilakukan melalui sistem digital yang terbuka dan terintegrasi,” tegasnya.

Ia juga mendorong pembangunan dashboard nasional yang mampu menampilkan seluruh data keimigrasian secara real time dalam satu layar.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau jumlah kedatangan orang asing, jenis izin tinggal yang digunakan, lokasi tinggal, masa berlaku izin, hingga jumlah warga asing yang telah keluar dari Indonesia.

“Dengan sistem yang terintegrasi, proses pengawasan akan menjadi lebih efektif sekaligus memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan keimigrasian di seluruh daerah,” pungkasnya.

(anl/ega)

  • Related Posts

    Apakah peraturan migrasi UE yang baru akan berhasil?

    Kebijakan migrasi baru Uni Eropa sudah mulai berlaku. Pakta Migrasi dan Suaka Uni Eropa mulai berlaku pada hari Jumat. Kebijakan ini merupakan puncak dari negosiasi banyak selama bertahun-tahun antara anggota…

    'Perpecahan global': Carney pertemuan pertemuan Kanada-UE sebelum KTT G7

    Menjelang pertemuan Kelompok Tujuh (G7) minggu depan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney telah menegaskan kembali visinya tentang pelestarian dari tatanan dunia yang didominasi oleh negara-negara adidaya. Carney Menyampaikannya pada hari…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *