Imigrasi Bongkar Kasus Love Scamming di Semarang, 4 WN China Ditangkap

Semarang

Kantor Imigrasi Semarang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Jawa Tengah mengungkap dugaan kasus penipuan daring dengan modus love scamming di Kota Semarang. Empat orang warga negara (WN) Tiongkok yang terlibat dalam kasus tersebut sudah diamankan.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan pengungkapan kasus ini merupakan implementasi kebijakan selektif (selective policy) yang menjadi dasar pengawasan keimigrasian di Indonesia. Hendarsam menyebut, Imigrasi akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan, memperkuat fungsi intelijen keimigrasian, dan memperluas sinergitas guna menekan jaringan kejahatan transnasional.

“Imigrasi tidak akan memberikan ruang bagi warga negara asing yang menyalahgunakan izin tinggal maupun memanfaatkan wilayah Indonesia sebagai basis kegiatan ilegal. Pengawasan keimigrasian akan terus diperkuat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara,” kata Hendarsam dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus diungkap dalam operasi pengawasan keimigrasian yang dilaksanakan pada Kamis (4/6/2026) pukul 23.30 WIB di Kawasan Puri Anjasmoro, Semarang Barat. Empat warga negara Tiongkok yang diamankan berinisial HJ (40), HK (44), HY (44), dan TW (37) diduga menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia.

Pengungkapan ini merupakan hasil kegiatan intelijen keimigrasian yang dilakukan intensif selama dua minggu oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Semarang. Berdasarkan hasil observasi, petugas menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang dilakukan sejumlah WNA di sebuah rumah di kawasan Perumahan di Semarang Barat.

Kantor Imigrasi Semarang mengungkap kasus love scamming melibatkan 4 WN Tiongkok. (dok.istimewa)Kantor Imigrasi Semarang mengungkap kasus love scamming melibatkan 4 WN Tiongkok. (dok.istimewa) Foto: Kantor Imigrasi Semarang mengungkap kasus love scamming melibatkan 4 WN Tiongkok. (dok.istimewa)

Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Semarang bersama Tim Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Ditjenim Jawa Tengah melaksanakan operasi pengawasan terpadu. Selain empat WN Tiogkok, dua warga negara Indonesia berinisial DS (26) dan E (26) turut diamankan untuk didalami keterlibatan mereka dalam kasus tersebut.

“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja intelijen keimigrasian yang dilakukan secara berkelanjutan serta sinergi yang kuat antara Kantor Imigrasi Semarang dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah. Kami akan memastikan setiap dugaan pelanggaran keimigrasian diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti elektronik yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas penipuan daring. Barang bukti itu antara lain 604 unit telepon genggam berbagai merek, 11 unit laptop, 10 unit komputer all-in-one (AIO), 1 unit printer, 1 unit hard disk, 1 unit proyektor, 1 perangkat wireless portable, ratusan kartu SIM, tiga paspor Republik Rakyat Tiongkok, serta sejumlah dokumen lainnya yang saat ini sedang dianalisis lebih lanjut.

WNA tersebut diduga menjalankan aktivitas love scamming dengan memanfaatkan berbagai platform komunikasi digital, termasuk aplikasi DingTalk dan DingDing. Mereka mendekati dengan calon korban melalui identitas dan profil palsu, dan memanfaatkan kepercayaan mereka untuk memperoleh keuntungan finansial.

Dari hasil pendalaman awal, diketahui korban maupun target yang disasar berada di luar wilayah Indonesia. Saat ini seluruh WNA yang diamankan masih menjalani pemeriksaan.

Para WNA tersebut diduga melanggar ketentuan Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terkait penyalahgunaan izin tinggal. Selain itu, terhadap salah satu WNA yang tidak dapat menunjukkan dokumen perjalanan yang sah dan masih berlaku, petugas juga mendalami kemungkinan penerapan ketentuan Pasal 119 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

(wnv/knv)

  • Related Posts

    Jadikan Jakarta Kota Sinema, Rano Karno Banggakan Jumlah Bioskop Masih Ribuan

    Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut ada kondisi tak biasa atau anomali soal bioskop di Indonesia. Dia menyoroti jumlah bioskop di Indonesia, khususnya Jakarta, masih sangat banyak…

    Prabowo ke Siswa SR: Jangankan Kamu, Saya Presiden Juga Sering Diejek

    PRESIDEN Prabowo Subianto berpesan kepada siswa sekolah rakyat untuk tidak berkecil hati saat menghadapi ejekan dari orang lain. Menurut Prabowo, siapa pun bisa mendapat cibiran atau mengalami perundungan, bahkan seorang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *