Dasco Pimpin Rapat Evaluasi Perekonomian dengan Pemerintah

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Sufmi Dasco Ahmad memimpin rapat evaluasi kondisi perekonomian bersama pemerintah, setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot menjadi Rp 18.000 per dolar sejak Kamis, 5 Juni 2026. Dasco mengadakan pertemuan tertutup bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal.

“Pada hari ini kami, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, sengaja berkumpul dengan teman-teman dari lembaga otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta dari pihak pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi,” kata Dasco dalam konferensi pers di gedung DPR, Jakarta, pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut politikus Partai Gerindra ini, DPR dan pemerintah melakukan koordinasi dalam kebijakan fiskal sekaligus moneter untuk mendukung pemulihan perekonomian. Dia mengklaim pertemuan itu telah menghasilkan beberapa kesepakatan yang akan das

Gubernur BI Perry Warjiyo kemudian menuturkan bahwa saat ini pemerintah terus fokus berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Caranya dengan penguatan koordinasi moneter fiskal melalui dua langkah. Pertama, meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portofolio inflow kembali masuk. Kedua, adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI.

“Tapi tentu saja adalah peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan demikian operasi moneter itu tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sementara operasi fiskalnya juga mendukung,” ucap Perry.

Selanjutnya, Menteri Keuangan Purbaya menyatakan akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan baik sehingga pertumbuhan ekonomi makin cepat. Dia juga menyatakan akan meningkatkan koordinasi dan mendukung Bank Sentral supaya kebijakan ekonomi makin sinkron di level makro maupun mikro.

Purbaya mengklaim langkah-langkah tersebut bertujuan agar nilai rupiah dapat stabil sehingga tidak membebani masyarakat kecil. “Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif dari rupiah itu, kan saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor,” tutur dia.

  • Related Posts

    Pemprov DKI Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said Akhir Pekan Ini

    Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menghadirkan beragam atraksi budaya Betawi dan permainan tradisional saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan…

    2 WN Rusia Ditangkap BNN Usai Bawa Narkoba Hashish, Apa Itu?

    Jakarta – Dua warga negara (WN) Rusia ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Bangli, Bali. BNN menyita narkoba jenis hashish. “Barang bukti narkotika jenis hashish dengan berat brutto 7,8…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *