Islah Bahrawi Ungkap Penguntitnya Diduga Anggota TNI

DIREKTUR Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, mengatakan keluarganya diintai dan diteror oleh kelompok yang diduga sebagai anggota TNI sejak dua pekan lalu. Islah mengatakan penguntitan terhadap dirinya bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Islah tidak tahu sejak kapan penguntitan terhadap dirinya dan keluarga dilakukan. Namun ia baru menyadari dua minggu lalu. Ia meyakini sudah diintai jauh hari sebelumnya. 

Ia bercerita, penguntitan diketahui setelah tetangganya mengabarkan banyak orang tidak dikenal memotret dan menanyakan tentang aktivitas dirinya dan keluarganya. Islah pun mengumpulkan beberapa bukti, termasuk alat direction finder dan software yang digunakan penguntit. Bahkan, Islah bersama warga berhasil mendapatkan gambar jelas salah satu penguntit dari rekaman kamera CCTV. 

Islah mengatakan ada beberapa bukti lain yang mengarah pada identitas penguntit dan menggali dari jaringan di institusi. “Ada berbagai cara yang kita lakukan selama ini lewat jaringan kita dan juga perkawanan kita. Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” kata Islah di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. 

Islah mengatakan belum mendapatkan informasi dari satuan mana para penguntit. Kendati demikian, dari beberapa foto yang terkumpul sudah diketahui identitas penguntit. 

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas, mengatakan lslah dapat memberikan informasi apabila memiliki data keterlibatan TNI. “Pastinya TNI akan menindaklanjuti,” kata Muhammad Nas kepada Tempo

Sebelumnya, Islah mengaku dikuntit selama 10 hari oleh sejumlah orang tak dikenal yang memantau gerak-geriknya saat ia beraktivitas di rumahnya di Jakarta, maupun ketika pergi ke luar. Islah mengatakan ia menyadari sedang diawasi OTK setelah rangkaian peristiwa yang terjadi mulai sekitar 17-25 Mei 2026. 

Di rentang waktu itu, Islah mengatakan bahwa ada orang yang memotret rumahnya, anggota keluarganya, hingga memotret orang yang berkunjung ke kediamannya. Tokoh Nahdlatul Ulama ini juga merekam mobil berplat nomor A 1299 NB yang membuntutinya dan kerap terparkir di sekitar rumahnya dengan radius 100 meter.
 
Kecurigaan Islah makin menguat saat beberapa orang tetangganya melaporkan mereka dimintai informasi mengenai Islah yang sedang tidak berada di rumah.

“Waktu bapak di luar kota, beberapa orang datang menanyakan aktivitas Pak Islah. Dia kerja di mana, anaknya seperti apa, dan seterusnya,” kata Islah menirukan percakapan dengan tetangganya saat menceritakan ulang kejadian kepada Tempo, Selasa, 26 Mei 2026.

Islah juga mengabadikan sejumlah sosok mencurigakan yang berada di sekitar rumahnya dengan mengunggahnya ke Instagram pada Senin, 25 Mei 2026. Setelah cerita itu ia bagikan, Islah menuturkan masih ada OTK yang mengawasinya, tapi mobil yang awal telah berganti.

Islah menjadi salah satu aktivis yang dilaporkan ke polisi dengan dugaan penghasutan melengserkan Prabowo dalam diskusi Halal Bihalal Pengamat setelah Idulfitri 2026. Islah, bersama dengan Saiful Muzani dan Ubedilah Badrun dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota Aliansi Masyarakat Jakarta Timur pada 8 April 2026. Islah menduga pelaporannya berkaitan dengan materi anti remiliterisasi yang sampaikan.

“Saya menganggap ini pasti yang berusaha memetakan saya termasuk mengintimidasi saya ini pasti dari pihak TNI. Saya akhirnya punya kesimpulan besar bahwa ini semua operasinya tentara,” kata dia.

Dian Rahma Fika berkontribusi dalam penulisan artikel ini

  • Related Posts

    Sebuah kedai es krim selamat dari genosida di Gaza dan memberikan harapan bagi tujuh siswa

    Di jalan pantai masuk Khan Younis di Gaza Selatan, tujuh mahasiswa – empat di bidang kedokteran, dua di bidang kedokteran gigi, satu di bidang teknik perangkat lunak – berada di…

    Somalia menyatakan kepuasan setelah dua hari pertempuran di Mogadishu

    Kekerasan yang melumpuhkan dua distrik di Mogadishu mereda, namun pihak oposisi menolak peraturan presiden dan bersumpah untuk terus berjuang. Mogadishu, Somalia – Pertempuran antara pasukan pemerintah dan oposisi oposisi yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *