KETUA Tim Pengawas Haji dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 2026 Cucun Ahmad Syamsurijal mengklaim pelaksanaan ibadah haji tahun ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut ada banyak transformasi yang terjadi dalam pelaksanaan rukun Islam ke-5 di bawah Kementerian Haji dan Umrah.
“Alhamdulillah, kalau year-on-year kami komparasikan, kami harus sampaikan dengan jujur apa adanya pelaksanaan haji tahun ini sudah melakukan lompatan transformasi yang bagus,” kata Cucun di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meski demikian, Wakil Ketua DPR dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa itu tak menampik beberapa masalah dalam pelaksanaan haji tahun ini tak terelakan. Kata dia, banyak hal yang tidak terprediksi terjadi, seperti kapasitas penampungan di Mina saat puncak haji yang belum terpenuhi, dugaan penipuan badal haji, dan berbagai catatan lainnya yang menyangkut dengan layanan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau armuzna.
“Nanti pasca itu akan dilakukan rapat evaluasi dari kami Timwas DPR dengan stakeholder yang ada dan kita sampaikan di paripurna pengawasan nanti,” kata Cucun.
Sebelumnya, berbagai masalah mencuat selama pelaksanaan haji 2026. Misalnya, praktik pungutan liar terhadap jemaah lanjut usia untuk layanan tawaf dan tawaf wada di Mekkah. Temuan ini diungkap oleh anggota Timwas Haji DPR Abdul Wachid saat melepas keberangkatan jemaah menuju Arafah pada 22 Mei 2026. “Kami menemukan ada oknum yang memanfaatkan jemaah yang sudah tua,” kata Abdul Wachid.
Ia mengatakan sejumlah jemaah diminta membayar biaya besar untuk layanan pendampingan tawaf menggunakan kursi roda. Nominal pungutan yang ditemukan berkisar Rp 5-7 juta.
Di sisi lain, Danang Wicaksana Sulistya, anggota Timwas Haji dari Partai Gerindra menemukan praktik penipuan jasa jasa badal haji oleh warga negara Indonesia. Selain itu, kepadatan di sejumlah fasilitas tenda penampungan masih menjadi masalah yang dihadapi jemaah haji.





