Peristiwa pembacokan oleh debt collector atau mata elang (matel) terjadi di Serang, Banten. Korban peristiwa ini ialah dua orang anggota Brimob Polda Banten.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, mengatakan pembacokan terjadi pada Selasa (2/6) malam. Sebelum insiden terjadi, sempat terjadi cekcok antara debt collector dan dua anggota Brimob tersebut.
“Dari sore mereka sudah mengintai. Kemudian ada personel kita yang berdebat, lalu datang menyusul rekan-rekan debt collector itu sehingga berjumlah 11 orang dan melakukan penganiayaan serta pembacokan terhadap personel kita dari Satbrimob,” ujar Maruli, Rabu (3/6/2026).
Dia mengatakan dua anggota Brimob mengalami luka sabetan senjata tajam. Keduanya harus menjalani perawatan setelah kejadian tersebut.
“Korban dari personel Brimob itu mengalami luka sabetan di tangan kanan dan luka di bagian kepala,” katanya.
Para pelaku kemudian kabur dengan membawa mobil Avanza yang sebelumnya digunakan anggota Brimob serta satu unit mobil Fortuner. Rekan anggota Brimob yang menjadi korban kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
“Kemudian korban mundur dan teman-temannya datang. Masyarakat yang melihat adanya korban pembacokan juga ikut membantu melakukan pengejaran,” ucap Maruli.
Setelah dikejar, dua pelaku bisa diamankan di dekat Gerbang Tol Serang Barat. Keduanya sempat dihajar massa.
“Di situ terjadi spontanitas tarik-menarik, kemudian diteriaki oleh masyarakat karena masyarakat juga ikut mengejar. Mungkin masyarakat geram saat itu,” kata Maruli.
“Kita berhasil mengamankan yang bersangkutan saat melarikan diri. Mereka berhasil dikejar dan diamankan,” lanjutnya.
Dia menyebut dua pelaku dibawa ke Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya juga mengalami luka setelah sempat menjadi sasaran amuk massa.
“Dua orang sudah berhasil diamankan dan saat ini masih dalam proses pengembangan. Dua orang itu sudah ditahan di Ditreskrimum Polda Banten,” ujar Maruli.
(aik/haf)





