Prancis melarang menteri sayap kanan Israel Ben-Gvir karena mengungkapkan terhadap aktivisme

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan Prancis tidak akan mendefinisikan warga negaranya yang diancam atau diintimidasi.

Prancis ⁠telah melarang Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir dari wilayahnya setelah rekaman dirinya menonton aktivisme armada kapal yang diculik pada awal pekan ini memicu kecaman internasional.

“Mulai hari ini, Itamar ⁠Ben-Gvir dilarang ⁠memasuki wilayah Prancis,” kata Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot pada X pada hari Sabtu.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

Keputusan ini menyusul tindakannya yang berdampak terhadap warga Perancis dan Eropa yang menjadi penumpang Global Sumud Flotilla.

Ben-Gvir telah diposting rekaman di platform media sosial menunjukkan dirinya menyombongkan diri ketika para aktivis dari armada tersebut tergeletak di lantai, dengan mata tertutup, dan tangan terikat, di Pelabuhan Ashdod.

Pasukan angkatan laut Israel telah mencegat armada kapal tersebut di perairan internasional di lepas pantai gratis, dan secara ilegal menculik sekitar 430 peserta pada minggu ini. Ratusan orang telah dibebaskan dan dilaporkan pada hari Kamis.

Gambaran para aktivis yang tersebar di lantai muncul beberapa negara – termasuk Italia, Perancis, Belanda, Kanada, dan Spanyol – untuk memanggil duta besar Israel, mengutuk perlakuan “tidak dapat diterima” dan melanggar martabat manusia.

“Kami tidak bisa mengamati warga negara Perancis yang diancam, diintimidasi, atau dijadikan sasaran kekerasan dengan cara ini, terutama oleh pejabat publik. Saya memperhatikan bahwa tindakan ini telah dikutuk oleh sejumlah besar tokoh pemerintahan dan politik Israel,” kata Barrot.

“Mereka mengikuti serangkaian pernyataan dan tindakan yang mengejutkan, serta hasutan kebencian dan kekerasan terhadap warga Palestina. Seperti rekan saya dari Italia, saya meminta Uni Eropa untuk juga menjatuhkan sanksi terhadap Itamar Ben-Gvir.”

Tuduhan mengemukakan hal yang seksi, penuh pemikiran

Penyelenggara Global Sumud Flotilla mengatakan dalam sebuah pernyataan di Telegram pada hari Jumat bahwa para aktivis yang dibebaskan telah melaporkan setidaknya 15 kasus mengungkapkan seksual saat berada di tahanan Israel.

Pelecehan seksual tersebut termasuk “penggeledahan telanjang yang kelewatan, khayalan seksi, meraba-raba dan menarik alat kelamin, dan berbagai tipu muslihat”, kata kelompok tersebut, dengan kejadian terburuk yang terjadi di kapal yang diubah menjadi penjara darurat.

“Setidaknya 12 serangan seksi telah didokumentasikan di kapal itu saja, termasuk mengarahkan anal dan penetrasi paksa dengan pistol,” tambahnya.

“Kami sangat prihatin dengan laporan-laporan ini,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric ketika ditanya tentang tuduhan tersebut pada briefing rutin pada hari Jumat.

Layanan penjara Israel membantah tuduhan tersebut, dan Al Jazeera tidak dapat memverifikasi klaim apa pun secara independen.

“Tuduhan yang disampaikan adalah salah dan sepenuhnya tanpa dasar faktual,” kata juru bicara layanan penjara Israel dalam sebuah pernyataan.

Sabrina Charik, ⁠yang membantu mengatur kepulangan 37 warga Prancis dari armada tersebut, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa lima peserta asal Prancis telah dirawat di rumah sakit di ⁠Turkiye, beberapa di antaranya mengalami patah tulang rusuk atau patah tulang belakang. Beberapa dari mereka melontarkan tuduhan rinci mengenai kekerasan seksual, termasuk perencanaan, katanya.

Tuduhan yang tergambar dari para aktivis yang dibawa ke Israel setelah intersepsi angkatan laut menuju Gaza adalah hal yang biasa. Para penyelenggara mengatakan mereka khawatir akan sanksi dan tuduhan palsu bahwa mereka terkait dengan Hamas akan digunakan untuk membenarkan tindakan keras lebih lanjut.

  • Related Posts

    Buka Lomba Kreasi Baris Berbaris di Sumut, Sekjen MPR Beri Pesan Ini

    Jakarta – Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah membuka Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) dan Lomba Tata Upacara Bendera (LTUB) se-Provinsi Sumatera Utara, di Lapangan Astaka, Kabupaten Deli…

    SMAN 1 Tanjung Selor Juara Lomba Baris-Berbaris MPR RI Kaltara 2026

    Jakarta – SMAN 1 Tanjung Selor meraih Juara I dalam ajang Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Kemenangan ini mengantarkan SMAN 1 Tanjung…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *