Kemlu Belum Tahu Kondisi WNI yang Disandera Israel

KEMENTERIAN Luar Negeri belum dapat memastikan kondisi terkini sembilan warga negara Indonesia yang disandera tentara Israel saat menjadi bagian dari relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.2. Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya rekaman video dugaan penyiksaan oleh militer Israel terhadap para relawan yang ditangkap.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan informasi terakhir yang Kemlu dapatkan terbatas mengenai keberadaan relawan saja. “Informasi yang kami dapatkan terakhir mereka dibawa ke Pelabuhan Ashdod,” kata Heni di Jakarta pada Kamis, 21 Mei 2026. 

Pelabuhan Ashdod merupakan salah satu dari tiga pelabuhan internasional utama di Israel, terletak sekitar 40 kilometer selatan Tel Aviv. Menurut Heni, biasanya relawan yang disandera akan dibawa ke pelabuhan ini untuk menjalani pemeriksaan. Selanjutnya mereka akan dibawa ke Detensi Imigrasi Chatcyo apabila tahap pemeriksaan telah selesai. 

Namun demikian, Heni mengatakan pemerintah masih belum dapat memastikan detail posisi dan kondisi para relawan itu, termasuk kemungkinan adanya penyiksaan oleh militer Israel sebagaimana terekam dalam video yang beredar. “Kemlu masih terus melakukan verifikasi mengenai posisi, kondisi, dan akses komunikasi terhadap para WNI,” kata dia. 

Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah rekaman video yang menunjukkan tentara Israel menyiksa para relawan GSF yang ditangkap. Rekaman itu diunggah melalui akun X pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Dalam video tersebut terlihat sejumlah relawan yang ditangkap oleh pasukan Israel. Salah seorang perempuan terdengar meneriakkan “free Palestine”, sebelum kepalanya ditarik dan dipaksa menunduk hingga menyerupai posisi sujud. Video itu juga memperlihatkan Ben-Gvir berkeliling memantau para relawan yang ditangkap.

  • Related Posts

    Wanita Lebanon yang menghasilkan 3.000 roti setiap hari untuk komunitas yang terkena dampak perang

    Wanita Lebanon yang menghasilkan 3.000 roti setiap hari untuk komunitas yang terkena dampak perang Umpan Berita Soubhiye Zeiter bersumpah untuk memberi makan orang-orang yang terkena dampak perang bahkan setelah ia…

    Tiba di Istanbul, 9 WNI Relawan Flotilla Video Call dengan Menlu

    Istanbul – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam relawan Global Sumud Flotilla (GSF) sudah tiba di Istanbul, Turki. Mereka telah bersama Konsulat Jendera (Konjen) RI di Istanbul. “Konjen…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *