Menhan Ungkap Peran-peran Prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan

MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengklaim keberadaan prajurit TNI, khususnya dari batalyon teritorial pembangunan atau BTP dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebab, dia mengatakan, keberadaan prajurit BTP tidak hanya sekadar menjaga stabilitas keamanan lingkungan, namun turut pula mengisi kekosongan-kekosongan peran di masyarakat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Ada prajurit itu yang dari pesantren, ada rohaniawan non-muslim. Itu mereka masuk ke gereja bersama masyarakat, yang di masjid itu bisa jadi imam, bisa jadi khatib ibadah,” kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR, Selasa, 19 Mei 2026.

Dia melanjutkan, prajurit BTP juga memiliki peran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya, yakni dengan menjadi tenaga pengajar membantu sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pendidik.

Keberadaan prajurit BTP di lingkungan masyarakat, kata dia, juga turut berperan dalam meningkatkan fiskal masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang mendirikan bangunan usaha di sekitar pos BTP.

Dampak positif terkait keberadaan prajurit BTP di lingkungan, dia menuturkan, juga dirasakan pada aspek kesehatan, salah satunya donor darah. Prajurit BTP melakukan donor darah minimal 3 kali dalam setahun.

“Kami membentuk bank darah untuk menampung. Rakyat yang memerlukan, silakan, tidak dipungut biaya,” ujar Sjafrie.

Sebelumnya, di hadapan para legislator Komisi I DPR, Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan alasan lembaganya dan TNI merencanakan pembentukan 750 BTP yang ditargetkan rampung dalam lima tahun ke depan.

Ia mengatakan, rencana tersebut ditujukan untuk menjaga kedaulatan negara. Apalagi, saat ini Indonesia memiliki jumlah kabupaten/kota yang cukup banyak, yakni 514 dengan sekitar 11 wilayah berada di area perbatasan dengan negara lain.

“Kami targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 kabupaten/kota,” katanya.

Menurut dia, pembangunan batalyon teritorial pembangunan menjadi penting dalam kondisi saat ini. Misalnya, sebelum batalyon ini terbentuk, di beberapa wilayah justru ditemukan banyak kasus kriminal seperti pembegalan.

Namun, Sjafrie mengklaim, setelah terbentuk batalyon teritorial pembangunan, kasus kriminal di sejumlah daerah di Tanah air justru mengalami penurunan.

“Begal dan kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus kriminalnya hilang di atas 50 persen,” ujar dia.

  • Related Posts

    Viral Warga Hadang Alat Berat di Bogor, Diduga Gegara Sengketa Lahan

    Bogor – Rekaman video yang memperlihatkan sejumlah wanita menghadang kendaraan alat berat di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, viral di media sosial. Sejumlah warga itu dinarasikan sebagai penggarap yang…

    Musim Mas Buka Suara soal Status Tersangka di Kasus Perusakan Lingkungan

    Jakarta – PT Musim Mas buka suara terkait penetapan status tersangka korporasi di kasus perusakan lingkungan dalam aktivitas perkebunan sawit di wilayah Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Musim Mas menyatakan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *