Prancis mendengarkan 10 tersangka korban Epstein 'baru': Jaksa

Hakim Perancis sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran yang melibatkan pelaku Perancis yang memfasilitasi kejahatan Epstein.

Seorang jaksa penuntut di Perancis telah mengungkapkan bahwa sekitar 10 tersangka korban baru telah melapor dalam penyelidikan negara Eropa tersebut terhadap jaringan yang menjadi pelaku kejahatan seks AS Jeffrey Epstein.

Berbicara kepada penyiar RTL, Jaksa Penuntut Umum Paris Laure Beccuau mengatakan pada hari Minggu bahwa sekitar 20 tersangka korban telah mengumumkan dirinya setelah dia, pada bulan Februari, mendesak calon korban untuk angkat bicara.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

Meskipun beberapa sudah diketahui oleh penyelidik, katanya, “korban baru muncul, mereka tidak kami kenal sama sekali”.

“Ada sekitar 10 orang,” menambahkan, sambil mencatat, “Pilihan yang kami buat saat ini adalah mendengarkan para korban ini.”

“Beberapa di antaranya berada di luar negeri, sehingga penyidik ​​​​berusaha mengatur pertemuan sesuai dengan waktu mereka bisa datang ke Paris,” kata jaksa.

Epstein
Jaksa Penuntut Umum Paris Laure Beccuau menyampaikan konferensi pers pada 25 Maret 2026 [File: Blanca Cruz/AFP]

Menyusul rilis file cache dari penyelidikan terhadap pemmodal yang dipermalukan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Prancis juga membuka penyelidikan perdagangan manusia.

Hakim Perancis sedang menyelidiki kemungkinan pelanggaran yang dilakukan di Perancis atau melibatkan pelaku asal Perancis yang memfasilitasi kejahatan Epstein.

“Kami juga sekali lagi menyita komputer Epstein, catatan teleponnya, buku alamatnya,” katanya, seraya menambahkan bahwa perusahaan akan “meminta bantuan internasional”.

Epstein meninggal di penjara AS pada Agustus 2019 saat menghadapi dakwaan perdagangan gadis di bawah umur untuk tujuan seks. Bulan berikutnya, penyelidik Perancis menggeledah apartemen mewah Epstein di Paris.

Korban yang diduga telah diketahui oleh penyelidik termasuk perempuan yang berbicara selama penyelidikan terhadap mantan bos agensi model Eropa Gerald Marie dan mendiang agen model Jean-Luc Brunel, lapor kantor berita AFP.

Lima belas wanita pada bulan Maret mendesak Prancis untuk menyelidiki Marie untuk kemungkinan masalah dengan Epstein.

Pihak yang berkepentingan Prancis menangkap Brunel pada tahun 2020 setelah mengemukakan melakukan pembelanjaan seksual terhadap anak di bawah umur dan menjadikan Epstein sebagai korban. Dia ditemukan tewas di penjara pada tahun 2022.

Dua mantan model mengatakan kepada AFP bahwa seorang pencari model bernama Daniel Siad merawat mereka dengan tujuan mengirimkannya ke Epstein pada satu kasus di tahun 2000an, dan Marie dalam kasus lainnya pada tahun 1990an.

  • Related Posts

    Pihak Peru memastikan Fujimori dan Sanchez maju ke putaran kedua

    Kandidat akan menghadapi pemilu 7 Juni setelah putaran pertama pemungutan suara dirusak oleh kesalahan logistik dan tuduhan penipuan. Otoritas pemilu Peru telah memastikan bahwa kandidat sayap kanan Keiko Fujimori akan…

    Kakorlantas Ungkap Tidak Ada Kemacetan Menonjol Pada Long Weekend

    Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengapresiasi meningkatnya budaya tertib berlalu lintas masyarakat Indonesia selama momentum long weekend libur Kenaikan Isa Almasih 2026. Menurutnya,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *