Kartu merah bagi pemain yang menutup mulut pertandingan Piala Dunia

Aturan kartu merah baru memungkinkan wasit mengeluarkan pemain yang menutup mulut atau keluar lapangan sebagai protes terhadap keputusan tersebut.

Pesepakbola yang menutup mulutnya saat berkonfrontasi dengan lawan atau pemain lain di lapangan akan diberikan kartu merah berdasarkan aturan baru yang disetujui oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).

Dewan tersebut mengadakan pertemuan khusus ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠ di Vancouver pada hari Selasa untuk mengesahkan amandemen yang disetujui FIFA guna mengatasi perilaku yang tidak pantas menjelang Piala Dunia di Amerika Utara.

“Atas kebijakan penyelenggara kompetisi, pemain mana pun yang menutup mulutnya dalam situasi konfrontasi dengan lawan dapat dikenakan sanksi kartu merah,” kata IFAB.

Perubahan ini mengikuti pertandingan Liga Champions UEFA ‌‌‌‌‌‌‌‌di mana Gianluca Prestianni dari Benfica melontarkan komentar-komentar yang bersifat rasial diarahkan ke Vinicius Junior dari Real Madrid sambil menarik kausnya menutupi mulutnya untuk menyembunyikan apa yang dia katakan.

Amandemen baru lainnya mengizinkan ofisial mengeluarkan kartu merah kepada pemain yang meninggalkan ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠lapangan sebagai protes ⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠atas keputusan wasit. Hal ini juga berlaku bagi pejabat tim mana pun yang meyakinkan pemain untuk keluar sebagai bentuk protes.

INTERAKTIF-Sepak Bola FIFA Tempat Piala Dunia 2026-1776670771
(Al Jazeera)

Presiden FIFA Gianni Infantino mendorong perubahan tersebut setelah final Piala Afrika (AFCON) yang memanas ketika tim Senegal keluar lapangan.

Mereka berangkat pada masa tambahan waktu final AFCON pada bulan Januari ketika negara tuan rumah Maroko mendapat hadiah penalti dengan skor 0-0. Permainan ditunda selama hampir 15 menit sebelum tendangan penalti Maroko berhasil menyelamatkan. Senegal mencetak gol di perpanjangan waktu untuk memenangkan gelar, namun kemudian dicoret oleh panel banding badan sepak bola Afrika. Kasus tersebut kini akan dibahas di Pengadilan Arbitrase Olahraga di Lausanne, Swiss.

Aturan kartu merah baru ini tidak bersifat wajib, namun memberikan opsi kepada penyelenggara kompetisi seperti FIFA untuk menggunakannya.

IFAB mengatakan dalam pernyataannya bahwa 48 tim yang berkompetisi di Piala Dunia akan diberitahu ‌‌‌‌‌‌‌‌tentang ‌‌‌‌‌‌‌‌amandemen ini dalam beberapa minggu mendatang.

Minggu lalu, UEFA memberi Prestianni larangan enam pertandingan – tiga pertandingan ditunda untuk masa percobaan – karena memahami verbal, yang dikatakan bersifat homofobik. UEFA tidak dapat membuktikan pelanggaran rasial tersebut, namun Prestianni membantahnya, meski ia mengaku melontarkan cercaan homofobik.

Jika Prestianni terpilih untuk skuad Argentina di Piala Dunia, ia harus absen dalam dua pertandingan pertama sang juara bertahan pada bulan Juni, meskipun larangan tersebut dapat dibatalkan.

Piala Dunia dimulai 11 Juni dengan Meksiko menghadapi Afrika Selatan di Mexico City.

INTERAKTIF-Jadwal penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026 Sepak Bola-1776670775
(Al Jazeera)
  • Related Posts

    Parung Akan Jadi Pusat Ekonomi Baru, Kawasan Modern Terintegrasi di Utara Kabupaten Bogor

    INFO NASIONAL – Bupati Bogor, Rudy Susmanto tengah menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi. Konsep yang diusung tidak hanya sebatas penataan pasar, tetapi menggabungkan fungsi perdagangan,…

    Upacara Hardiknas 2026: Jadwal dan Susunan Acara

    Jakarta – Upacara bendera Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 akan digelar bertepatan pada hari peringatannya. Serba-serbi upacara Hardiknas 2026 tertuang dalam Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang dirilis oleh…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *