Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Rp 1,5 M dari Perusahaan Nikel

Jakarta

Kejaksaan Agung menahan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, sebagai tersangka kasus suap tata kelola pertambangan nikel tahun 2013-2025. Hery diduga menerima suap Rp 1,5 miliar.

“Tersangka ini menerima sejumlah uang dari saudara LKM yang merupakan direktur PT TSHI kurang lebih yang sudah bisa diserahkan dari satu orang ini kurang lebih yang sudah diserahkan dari satu orang ini kurang lebih Rp 1,5 miliar,” kata Dirdik Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hery dijerat pasal 12 huruf a, 12 huruf b, pasal 5 UU Tipikor dan pasal 606 KUHP. Hery ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Salemba cabang Kejari Jaksel.

Syarief mengatakan Hery diduga mengurus masalah perhitungan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari PT TSHI. Dia menyebut PT TSHI kemudian meminta Hery untuk mengatur agar Ombudsman mengoreksi perhitungan PNBP.

“Kemudian bersama dengan saudara HS ini untuk mengatur sehingga surat atau kebijakan Kemenhut itu dikoreksi oleh Ombudsman dengan perintah agar PT TSHI melakukan perhitungan sendiri terhadap beban yang harus dibayar,” ucapnya.

Sebagai informasi, Hery Susanto resmi menjabat Ketua Ombudsman periode 2026-2031 pada Jumat (10/4). Dia sebelumnya juga menjabat Anggota Ombudsman periode 2021-2026.

(haf/dhn)

  • Related Posts

    Pemerintah Wajibkan Label Gizi Makanan-Minuman Siap Saji

    KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan aturan pencantuman label gizi berupa nutri level untuk pangan siap saji, terutama minuman berpemanis. Kebijakan ini akan diterapkan pada usaha skala besar.  Scroll ke bawah untuk melanjutkan…

    Viral Guru Besar Diduga Lecehkan Mahasiswi Asing, Rektor Unpad Buka Suara

    Bandung – Viral oknum guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi asing (program pertukaran pelajar). Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, buka suara. Arief menyampaikan keprihatinan mendalam…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *