Napi Korupsi ke Coffee Shop, Ditjenpas Kemenimipas Kirim Tim Patnal ke Kendari

Jakarta

Tim Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Patnal Ditjenpas Kemenimipas) bertolak ke Kendari, Sulawesi Utara (Sultra) usai viral narapidana (napi) kasus korupsi pergi ke kedai kopi atau coffee shop usai sidang. Tim Patnal Ditjenpas akan bergabung dengan Patnal Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Sultra untuk memeriksa sejumlah pihak.

“Bahwa terhadap kejadian tersebut, sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim gabungan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Sat Ops Patnal) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tenggara. (Pemeriksaan terhadap) semua pihak terkait baik warga binaannya maupun petugas,” kata Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rika Aprianti, kepada detikcom kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Rika menegaskan pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran yang ditemukan dan terbukti dalam proses penyelidikan oleh tim gabungan Patnal Ditjenpas Kemenimipas dan Kanwil Ditjenpas Sultra. Sanksi yang dimaksud berlaku tak hanya bagi napi, kendati juga bagi petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Apabila terbukti adanya pelanggaran, atau ditemukan sejauh mana pelanggaran yang dilakukan, apakah untuk warga binaan yang dimaksud, serta petugasnya akan diberikan sanksi dan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya mantan Kepala Syahbandar Kolaka, Supriadi menjadi sorotan karena ke coffee shop meski berstatus napi korupsi. Pihak Rutan Kelas IIA Kendari menyebut Supriadi keluar tahanan secara resmi untuk mengikuti sidang peninjauan kembali (PK).

Momen Supriadi keluar tahanan itu terekam video yang viral di media sosial. Dalam video dilihat detikcom, Supriadi berjalan dari masjid menuju coffee shop di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Selasa (14/4) siang.

Supriadi didampingi seorang petugas Syahbandar yang berpakaian resmi. Dia tampak menggunakan peci putih dengan atasan batik berwarna cokelat.

Plh Kepala Rutan Kelas IIA Kendari La Ode Mustakim, kepada wartawan, Selasa (14/4) mengatakan Supriadi keluar dari Rutan menuju PN Kendari dengan pengawalan satu petugas. Dia menuturkan dalam video tersebut, sebetulnya masih ada petugas yang berjaga.

Mustakim menuturkan Supriadi selesai mengikuti sidang PK sekitar pukul 11.00 Wita. Kemudian Supriadi terus dikawal oleh petugas untuk kembali ke rutan.

“Jadi mereka itu singgah salat dan makan dulu sebelum kembali ke rutan. Nah di situ teman-teman wartawan mengambil gambarnya sampai masuk ke coffee shop,” bebernya.

Dia menegaskan proses keluarnya Supriadi dari rutan secara resmi karena memenuhi panggilan dari PN Kendari. Namun, dia tidak menampik jika proses kembalinya ke rutan dipersoalkan.

(aud/yld)

  • Related Posts

    MPR Nila Pasokan Energi Aman Setelah Pertemuan Prabowo-Putin

    WAKIL Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno menilai, persamuhan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membawa kabar bahagia bagi seluruh masyarakat Indonesia. Alasannya, menurut dia, diplomasi…

    Disambut Gibran, Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Bertemu Putin dan Macron

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air usai melakukan kunjungan kerja luar negeri ke Rusia dan Prancis. Selama di Benua Biru, Prabowo melakukan pertemuan terpisah dengan Presiden Rusia…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *