Jakarta –
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mematangkan langkah percepatan transisi energi berkelanjutan yang tengah didorong pemerintah. Upaya itu dilakukan lewat kunjungan strategis ke markas Rosatom di Rusia.
Dalam kunjungan pada Rabu (8/4), Kepala BRIN, Arif Satria bertemu dengan First Deputy CEO Rosatom, Kirill Komarov beserta jajaran Board of Directors (BoD) Rosatom. Pertemuan itu membahas penjajakan kolaborasi teknis hingga pengembangan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.
Arif mengatakan persiapan menghadapi tantangan energi masa depan tidak bisa lagi ditunda. Menurut dia, teknologi nuklir menjadi salah satu kunci untuk menjaga kedaulatan energi nasional dalam jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Diskusi kami dengan Rosatom bukan sekadar pertemuan formal, melainkan upaya menjajaki langkah-langkah nyata untuk menghadirkan energi masa depan yang stabil dan bersih bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Arif, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Sebagai salah satu pemain utama industri nuklir global, Rosatom dinilai memiliki pengalaman yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mempercepat pengembangan sektor ini. Arif menyebut pengalaman panjang Rusia dalam pengelolaan energi nuklir menjadi peluang strategis yang perlu dibangun lewat kemitraan setara.
“Kita ingin memperkuat kapasitas riset dan inovasi lokal agar ekosistem nuklir kita nanti tidak hanya aman dan andal, tetapi juga berkelanjutan karena dikelola oleh talenta-talenta terbaik negeri sendiri,” katanya.
Ia menegaskan, kerja sama dengan Rosatom tidak hanya diarahkan pada pengadaan infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan ekosistem riset secara menyeluruh.
“Fokus kami adalah kolaborasi yang komprehensif. Jadi, ini bukan sekadar beli teknologi, tapi kita dorong adanya transfer teknologi yang masif,” ucapnya.
Hubungan Indonesia dan Rusia di sektor ketenaganukliran sendiri telah terjalin selama beberapa dekade. Kerja sama itu mencakup penelitian, pengembangan teknologi, hingga pendidikan.
Melalui BRIN, pemerintah disebut berkomitmen memastikan setiap langkah pengembangan nuklir di Indonesia tetap mengedepankan tujuan damai serta standar keamanan internasional tertinggi.
(prf/ega)






