HUJAN deras sejak Ahad, 5 April 2026 hingga pagi ini mengakibatkan banjir dan longsor yang merendam ratusan rumah di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebong terpantau hingga pagi ini masih terendam banjir setinggi dada orang dewasa.
Penyebab banjir karena meluapnya sejumlah sungai di Kabupaten Lebong. Menurut Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol (Inf). Agung Lewis Oktorada, lima kecamatan terdampak banjir yakni Kecamatan Lebong Utara, Kecamatan Uram Jaya, Kecamatan Amen, Kecamatan Pinang Belapis, dan Kecamatan Lebong Tengah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Selain banjir terdapat pula titik longsor di jalan penghubung Desa Lemeu dan Desa Air Kopras,” jelas Agung melalui pesan singkatnya.
Banjir bermula pada pukul 15.00 WIB. Hujan terjadi di wilayah Kabupaten Lebong dengan intensitas yang sangat tinggi dan disertai angin kencang.
“Hujan lebat tanpa henti ini mengakibatkan meluapnya Sungai Uram di Kecamatan Uram jaya, Sungai Nge’ai di Kecamatan Lebong Tengah, Sungai Talang Ulu di Kecamatan Lebong Utara, dan Sungai Kerenong di Kecamatan Pinang Belapis,” jelasnya.
Meluapnya sungai menyebabkan debit air meninggi dan merendam beberapa desa di wilayah Lebong antara lain Desa Nangai Amen Kecamatan Amen, Desa Kampung Muara Aman Kecamatan Lebong Utara, Desa Embong I Kecamatan Uram Jaya, Desa Kota Baru, Kecamatan Uram jaya, Desa Semelako Kecamatan Lebong Tengah, dan Desa Ketenong II Kecamatan Pinang Belapis.
Ketinggian air rata-rata setinggi 0,5 meter hingga 130 sentimeter. Akibatnya, sejumlah jalan raya sulit diakses, pemukiman penduduk, dan fasilitas umum seperti sekolah-sekolah yang berada di wilayah bantaran sungai terendam banjir.
Sementara itu Plt. Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menyatakan pihaknya sejauh ini masih melakukan pendataan jumlah rumah warga serta fasilitas umum lain yang terdampak.
“Tim masih di lapangan melakukan pendataan sementara hujan masih deras. Update data nanti akan kami distribusikan ke media,” jawabnya singkat saat dihubungi.





