Gereja Katedral Jakarta Siapkan 5.000 Kursi Selama Paskah

GEREJA Katedral Jakarta menyiapkan ribuan kursi untuk jemaat yang ingin mengikuti rangkaian ibadah Tri Hari Suci. Pada akhir pekan ini, Katedral melaksanakan ibadah, termasuk Kamis Putih, Jumat Agung, dan Malam Paskah.

Gereja Katedral Jakarta menyiapkan tempat duduk di dalam dan di halaman gereja untuk rangkaian ibadah tersebut. “Secara keseluruhan kurang-lebih 5.000 kursi termasuk kursi cadangan yang dipersiapkan,” kata Susyana Suwadie, petugas hubungan masyarakat Gereja Katedral Jakarta, pada Jumat, 3 April 2026.

Menurut Susyana, kapasitas di dalam gereja sekitar 800 kursi. Selain itu, di area halaman gereja, yaitu Plaza Maria dan Gua Maria, terdapat tambahan 500 kursi.

Di samping itu, Gereja Katedral menggunakan Graha Pemuda yang berkapasitas 800 orang. Sementara itu, tenda tambahan di depan pintu utama gereja dilengkapi sekitar 3.000 kursi.

Susyana berujar pengunjung gereja perlu melakukan registrasi jika ingin memasuki area dalam gereja dan Graha Pemuda lantai satu karena keterbatasan tempat. Jemaat yang datang tanpa registrasi tetap dapat mengikuti misa di tenda yang telah disediakan, Plaza Maria, atau Grha Pemuda lantai empat. 

“Untuk misa keluarga pukul 11.00 WIB dan misa sore Paskah pukul 17.00 WIB tidak perlu melakukan registrasi untuk di dalam gereja dan Graha Pemuda lantai satu,” tutur Susyana.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengerahkan 4.500 personel untuk mengamankan rangkaian perayaan Paskah 2026. Polisi akan menyebarkan ribuan personel tersebut di sejumlah gereja, titik keramaian, hingga pusat kegiatan ibadah selama Paskah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Komisaris Besar Budi Hermanto menyatakan pihaknya menyiagakan ribuan personel untuk memastikan keamanan selama perayaan.

“Sebanyak 4.500 personel kami siagakan untuk memastikan semua rangkaian ibadah Paskah berjalan aman dan lancar,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.

Budi menjelaskan, polisi telah menyiapkan pengamanan berlapis, dari sterilisasi tempat ibadah, pengaturan arus lalu lintas, hingga patroli rutin di sekitar gereja. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Oyuk Ivani Siagian berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Kekerasan dan kepadatan penduduk menghambat respons terhadap Ebola di Kongo

    Umpan Berita Pihak berwenang mengatasi kesulitan membendung wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo karena kasusnya terus menyebar. Rumah sakit mengirimkan dan fasilitas perawatan kesulitan untuk mengatasi peningkatan jumlah pasien. Upaya…

    'Pesta Kecoa' Gen Z di India sedang viral

    Umpan Berita Sebuah gerakan satir politik yang disebut ‘Partai Kecoa Janta’ menjadi viral di India setelah Ketua Hakim Surya Kant memperingatkan pemuda kemiskinan dengan “kecoak”. Gerakan ini memanfaatkan rasa frustrasi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *