Pemkot Ternate Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Usai Gempa

PEMERINTAH Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana pasca gempa yang terjadi di laut Batang Dua dengan magnitudo 7,6 pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 07:48 WIT. Langkah tersebut diambil sebagai upaya percepatan melakukan tindakan yang terkoordinasi dalam menangani bencana gempa.

Wali Kota Ternate Tauhid Soleman mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana mulai dilakukan per hari ini Kamis 2 April 2026 untuk tujuh hari ke depan. Dalam status ini, pemerintah akan melakukan mitigasi awal seperti pendataan dan penyaluran bantuan dalam masa tanggap darurat. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Hari ini surat keputusan status tanggap darurat bencana akan saya tanda tangani. Saya juga sudah perintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk bergerak ke lokasi bencana di Batang Dua, Moti dan Pulau Ternate,”kata Tauhid yang ditemui Tempo usai rapat penanggulangan bencana di Ternate pada Kamis 2 April 2026.   

Menurut Tauhid, dari informasi yang diterima, sejumlah infrastruktur dasar seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah warga di wilayah Batang Dua dan Pulau Ternate Kota Ternate dilaporkan rusak setelah gempa terjadi. Beberapa sekolah bahkan memilih untuk meliburkan siswanya akibat gempa tersebut. 

“Masyarakat bahkan sempat panik saat gempa terjadi, tapi sekarang laporan yang saya terima sudah kembali normal,”ujar Tauhid.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Daerah Ternate Rizal Marsaoly, mengungkapkan, setelah penetapan status tanggap darurat bencana daerah, pihaknya telah melakukan kaji cepat dampak dan pengaktifan posko tanggap darurat bencana yang berlokasi di eks kantor Wali Kota Ternate. Hari ini, satgas akan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok untuk korban bencana di wilayah Pulau Batang Dua.
 
“Kami juga menurunkan tim kelapangan untuk mendata korban dan infrastruktur yang terdampak gempa. Tim kami masih bekerja saat ini,”ujar Rizal.  

Sebelumnya gempa dengan kekuatan Magnitudo 7,6 mengguncang Ternate dan Tidore. Pusat gempa yang terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara – 126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer sempat membuat warga panik. Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi Maluku Utara dan Bitung, Manado dan Minahasa Sulawesi Utara. 

  • Related Posts

    Gagal Nyalip, Pemotor di Bogor Tewas Terlindas Truk Boks

    Jakarta – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah sepeda motor dan truk boks di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Pengendara sepeda motor meninggal dunia akibat kecelakaan itu. “Korban…

    Satgas PRR Pastikan Pemutakhiran Data Penerima Huntara & DTH Dilakukan

    Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan terbuka terhadap usulan baru pendirian hunian sementara (huntara) dan daftar penerima baru dana tunggu hunian (DTH) untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *