Disusul Indonesia, Ini Daftar Negara yang Sudah Terapkan WFH demi Hemat BBM

Jakarta

Pemerintah Indonesia telah memutuskan skema bekerja dari rumah atau WFH untuk menghemat energi. Sejumlah negara lain juga telah lebih dulu menerapkan WFH untuk menghemat energi saat krisis perang di Timur Tengah.

Sebagaimana diketahui, dalam jumpa pers pada Selasa (31/3/2026), pemerintah telah menjabarkan aturan WFH satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara. WFH bagi ASN diputuskan berlaku tiap hari Jumat.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WFH karyawan swasta akan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan tiap sektor usaha. Untuk swasta, WFH sehari sepekan ini bersifat imbauan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mengapa dipilih Jumat karena memang sebagian sudah beberapa kementerian lakukan itu kerja 4 hari dalam seminggu dengan aplikasi, ini pasca-COVID kemarin,” beber Airlangga dalam konferensi pers virtual.

Airlangga menyebut kebijakan satu hari seminggu WFH bagi ASN hingga WFH karyawan swasta akan berpotensi menghemat kompensasi BBM hingga triliunan rupiah.

“Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM,” kata Airlangga.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga memberlakukan WFH untuk menghemat energi. Berikut ini daftarnya:

1. Pakistan

Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif melakukan penghematan bahan bakar akibat melonjaknya harga minyak imbas perang AS-Israel dengan Iran. Pakistan meminta 50 persen pekerjanya bekerja dari rumah (WFH) dan memperpanjang liburan sekolah sejak awal Maret.

Dilansir AFP dan DW, Selasa (11/3/2026), diketahui, harga minyak telah melonjak di atas USD 100 per barel untuk pertama kalinya sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada 2022. Melambungnya harga minyak dunia ini terjadi ketika Iran melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara penghasil minyak mentah di Teluk.

Pakistan juga telah menaikkan harga bensin dan solar sebesar 55 rupee (sekitar Rp 3.316) per liter, kenaikan terbesar dalam sejarah negara itu. Karena hampir seluruh kebutuhan energinya bergantung pada impor, inflasi di Pakistan sangat rentan terhadap fluktuasi harga bahan bakar global.

2. Thailand

Di Thailand, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan para pegawai negeri untuk bekerja dari rumah sejak 3 Maret lalu, kecuali mereka yang harus melayani masyarakat secara langsung.

Langkah lain yang diwajibkan antara lain mengatur suhu pendingin ruangan di kisaran 26-27 derajat Celsius, mengenakan kemeja lengan pendek sebagai pengganti pakaian formal, mematikan lampu dan peralatan listrik saat tidak digunakan, hingga menghindari penggunaan lift dan beralih ke tangga.

Perjalanan dinas ke luar negeri juga ditangguhkan. Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk melakukan carpooling guna mengurangi konsumsi bahan bakar.

3. Vietnam

Sementara itu di Vietnam, Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha mendorong karyawan mereka untuk bekerja dari rumah (WFH) guna menghemat konsumsi bahan bakar. Pemerintah juga menyerukan agar masyarakat tidak menimbun atau berspekulasi soal bahan bakar.

Vietnam termasuk negara yang paling terdampak oleh gangguan pasokan akibat perang Iran, mengingat ketergantungannya yang tinggi pada impor energi dari Timur Tengah.

Sejak akhir bulan lalu, harga bensin di Vietnam naik 32 persen, solar 56 persen, dan minyak tanah melonjak hingga 80 persen. Antrean panjang kendaraan terlihat di berbagai SPBU di Hanoi pada Selasa (10/3).

4. Sri Lanka

Sri Lanka juga mengimbau pekerja melakukan work form home dan melakukan pemangkasan jam kerja.

Dilansir AFP dan Straits Times, Komisaris Jenderal Layanan Esensial Sri Lanka Prabath Chandrakeerthi mengatakan lembaga-lembaga negara hanya akan beroperasi empat hari seminggu sejak 18 Maret. Ia menyatakan setiap hari Rabu sebagai ‘hari libur’.

Langkah-langkah penghematan juga berlaku untuk sekolah dan universitas.

5. Mesir

WFH juga diberlakukan di Mesir. Toko-toko, restoran dan kafe di Mesir diminta tutup lebih awal pukul 21.00 waktu setempat selama sebulan sejak 28 Maret. Hal itu sebagai bagian dari serangkaian kebijakan sementara untuk mengatasi kenaikan harga energi imbas perang Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dilansir dari BBC, Senin (30/3/2026), langkah antisipasi yang diperkenalkan oleh pemerintah Mesir juga mencakup pemadaman lampu jalan dan iklan di pinggir jalan. Kemudian sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu di April 2026 bagi banyak pekerja.

Meskipun sebagian besar karyawan diminta untuk bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, pekerja di sektor krusial seperti mereka yang bekerja di rumah sakit, sekolah dan pabrik dikecualikan.

(rdp/imk)

  • Related Posts

    Komisi III DPR Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu di Kasus Video Profil Desa

    Jakarta – Komisi III DPR RI mengapresiasi vonis bebas Amsal Christy Sitepu oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan dalam kasus korupsi pembuatan video profil desa di Kabupaten Karo. Ketua Komisi III…

    Surat Edaran Imbauan Pegawai Swasta WFH Seminggu Sekali, Ada 6 Ketentuannya

    Jakarta – Kebijakan work from home (WFH) seminggu sekali juga diterapkan untuk karyawan swasta. Berbeda dengan ASN, WFH karyawan swasta tidak harus di hari Jumat. “Untuk pekerja swasta, sifatnya hanya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *