Praka Farizal Rencana Pulang pada Mei Usai Tugas di Lebanon

KELUARGA Praka Farizal Rhomadhon di Dusun Ledok, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta masih menanti kejelasan kepulangan jenazah almarhum hingga saat ini. Prajurit TNI tersebut gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, pada Minggu, 29 Maret 2026.

Ibunda Praka Farizal, Supinah, mengungkapkan putranya itu sebenarnya sudah memiliki jadwal untuk kembali ke Indonesia pada Mei 2026 setelah menyelesaikan masa tugasnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Sebenarnya rencananya akhir April ini tugasnya di sana (Lebanon) selesai, lalu bulan Mei sudah bisa pulang. Sudah ada jadwal penerbangannya (ke Indonesia), saya juga sudah dikirimi,” kata Supinah, di Kulon Progo, Selasa 31 Maret 2026.

Namun ternyata takdir berkata lain. Beberapa jam setelah komunikasi terakhir dengan sang Ayah, Senam, pada Minggu malam, Praka Farizal meninggal dalam serangan artileri.

Supinah bercerita anak bungsunya itu berangkat ke Lebanon pada April tahun lalu. Tugas itu membuatnya meninggalkan istri dan anak yang masih berusia dua tahun. Selama di medan tugas, kata Supinah, Praka Farizal dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dan terbuka kepada orang tuanya. 

Farizal sering berkomunikasi melalui panggilan video hampir setiap hari dengan ibunya. “Hampir setiap hari (komunikasi), walau di sini (Indonesia) malam, di sana (Lebanon) siang. Setiap hari video call sama saya, sama bapaknya, terus disambungkan ke cucu (anak Farizal) di Aceh,” kata dia.

Beberapa hari sebelum kejadian tragis menimpa Farizal, dia sempat menceritakan dinamika tugas yang semakin berat di Lebanon kepada keluarga. Farizal mengungkapkan jika situasi di lokasi misi sedang dalam kondisi darurat. Sehingga, ia dan rekan-rekannya harus sering berlindung di dalam bunker demi keselamatan.

“Akhir-akhir ini katanya memang agak darurat di sana. Dia dan teman-temannya setiap saat harus masuk ke bunker selama berapa jam kalau sirene peringatan bunyi, kalau aman baru keluar,” kenang Supinah.

Supinah mengatakan, cita-cita Farizal untuk menjadi abdi negara sudah tertanam kuat sejak ia masih duduk di bangku SMA. Anak kedua dari dua bersaudara itu terinspirasi sosok pamannya yang bertugas sebagai TNI di Cirebon. 

Keteguhan Farizal untuk menjadi tentara bahkan membuatnya menolak tawaran orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah setelah lulus sekolah pada tahun 2016.

“Kalau berprestasi ya tidak, biasa saja sekolahnya, tapi dari SMA cita-citanya memang tentara. Saya suruh kuliah tidak mau, katanya mau jadi TNI ingin seperti om-nya. Lalu tahun 2016 lulus SMA langsung daftar,” kata dia.

Setelah dinyatakan lulus seleksi TNI di Yogyakarta, Farizal kemudian ditempatkan di Aceh sebelum akhirnya terpilih mengemban tugas negara di Lebanon. 

Kini, di tengah rasa kehilangan yang mendalam, pihak keluarga di Kulon Progo masih menanti proses kepulangan jenazah almarhum agar dapat segera dimakamkan di tanah kelahirannya.

  • Related Posts

    Waspada! 12 Wilayah Pesisir Utara Jakarta Potensi Banjir Rob sampai 9 April

    Jakarta – BPBD DKI Jakarta memperingatkan potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Peringatan ini berlaku sampai tanggal 9 April 2026. Mengutip dari unggahan akun Instagram BPBD DKI Jakarta…

    Pengacara JK Datangi Bareskrim, Mau Laporkan Rismon Sianipar-4 Akun YouTube

    Jakarta – Pengacara Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mendatangi Bareskrim Polri. Pihak JK akan melaporkan Rismon Sianipar terkait tudingan mendanai Roy Suryo dkk di kasus ijazah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *