PEMULANGAN jenazah Praka Farizal Rhomadhon, prajurit Brigade Infanteri 25/Siwah, yang gugur saat menjalankan misi perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa di Lebanon terus berproses.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah-Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, atasan Praka Farizal, menjelaskan pemerintah kini tengah menempuh rangkaian prosedur internasional yang cukup kompleks.
“Jenazah almarhum saat ini sudah tidak berada di TKP, tetapi sudah dievakuasi ke headquarter atau markas besar untuk penyalatan jenazah oleh rekan-rekan satu area,” ujar Dimar saat melayat ke rumah duka di Lendah Kulon Progo pada Selasa, 31 Maret 2026.
Setelah proses persemayaman di markas besar selesai, alur selanjutnya adalah evakuasi jenazah menuju rumah sakit di Beirut untuk dilakukan autopsi standar dengan peralatan lebih lengkap. Autopsi rencananya akan dilaksanakan esok hari pada Rabu, 1 April waktu setempat. “Dengan tetap menyesuaikan situasi keamanan jika kondusif.”
Dimar menambahkan, saat ini penentuan waktu ketibaan jenazah di Tanah Air belum bisa dipastikan mengingat dinamika konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Segala tahapan sangat bergantung pada situasi di lapangan.
“Kalau waktu pasti (kedatangan jenazah di Tanah Air) kami belum bisa tentukan karena situasinya sangat dinamis di sana,” kata dia. Pasca-autopsi, mekanisme repatriasi akan sepenuhnya dilakukan oleh pihak PBB dan UNIFIL yang melibatkan berbagai tahapan pengurusan dokumen resmi internasional.
Proses berikutnya dalam pemulangan jenazah berkaitan dengan akses penerbangan menuju Tanah Air. Sebab penerbangan sipil di Lebanon masih ditutup.
Sehingga opsi untuk rute penerbangan yang membawa jenazah Farizal, kata Dimar, kemungkinan akan dialihkan melalui negara tetangga seperti Mesir atau Jordania dengan koordinasi dari Kementerian Luar Negeri serta Atase Pertahanan Indonesia.
Setelah menempuh perjalanan udara, setibanya di Jakarta nanti, jenazah akan lebih dulu menjalani upacara penghormatan kenegaraan baik di Mabes TNI maupun Kementerian Pertahanan.
Setelah itu, alur kepulangan terakhir jenazah akan langsung diterbangkan menuju Kulon Progo untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan dengan upacara militer.






