Dinas LH Jelaskan Aktivitas Truk Sampah di TPU Tanah Kusir

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta menyatakan tidak ada pembuangan sampah ke Kali Pesanggrahan di kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Pernyataan ini disampaikan setelah beredar unggahan di Threads yang menuding adanya aktivitas pembuangan sampah ke sungai di lokasi tersebut.

Kepala Unit Penanganan Sampah Badan Air DLH DKI Jakarta Dadang Cahya Rusdiana mengatakan kendaraan dump pickup yang terlihat dalam unggahan itu merupakan bagian dari operasional pengangkutan sampah. Ia menyebut lokasi tersebut adalah titik penampungan sementara atau emplacement milik DLH di Blok Khusus TPU Tanah Kusir. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Tidak ada pembuangan sampah ke badan air. Aktivitas yang terlihat merupakan proses penampungan sementara resmi, dan seluruh operasional di lokasi tersebut terkontrol dengan baik,” kata Dadang dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 27 Maret 2026.

Lokasi tersebut, kata dia, merupakan titik transit sampah hasil pembersihan sungai dan waduk di wilayah Kecamatan Pesanggrahan dan Kebayoran Baru. Sampah kemudian dipindahkan menggunakan truk kecil menuju emplacement Perintis untuk pemilahan lebih lanjut sebelum diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. “Itu titik transit dari hasil pembersihan badan air, bukan lokasi pembuangan,” ujarnya.

Dadang mengatakan kesan adanya pembuangan ke sungai muncul karena sudut pengambilan gambar yang sejajar dengan jalan. “Padahal, aktivitas tersebut berada di titik penampungan yang sah dan tidak ada pembuangan ke badan air,” kata dia.

Dadang menambahkan, kondisi jalan di area pemakaman yang sempit membuat kontainer besar tidak dapat ditempatkan di lokasi. Karena itu, sampah ditempatkan sementara di area bawah bantaran sebelum diangkut menggunakan armada yang sesuai. 

“Kami memastikan tidak ada sampah yang masuk ke badan air. Di sana juga tempat mengumpulkan sisa topingan pohon dari TPU Tanah Kusir oleh Distamhut. Lokasi juga telah dilengkapi penyekatan menggunakan kubus apung HDPE, dan seluruh proses pengelolaan dijalankan sesuai SOP,” ujarnya.

  • Related Posts

    Pemerintah Kebut Pembangunan Huntap bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera

    Jakarta – Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan agar masyarakat…

    KM Anaya Terbakar di Laut Maluku, 5 ABK Luka Bakar

    Jakarta – KM Anaya terbakar di perairan laut Maluku. Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar. “Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado mengerahkan tim rescue dalam operasi pencarian dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *