Anggota DPR Minta Pengusutan Kasus Andrie Yunus Tak Berhenti

ANGGOTA Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, menegaskan penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis atau Bais TNI oleh Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo tidak boleh menghentikan proses penegakan hukum dalam kasus Andrie Yunus. TB Hasanuddin—sapaan akrab Tubagus—mengatakan sikap Yudi Abrimantyo yang menyerahkan jabatan setelah bawahannya diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Andrie patut dihargai.

Tubagus menilai sikap itu menunjukkan akuntabilitas dan integritas dalam menjalankan tugas. Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menekankan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus harus tetap dilanjutkan secara menyeluruh dan transparan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kata Tubagus, penegakan hukum mesti mengungkap bukan hanya pelaku di lapangan, melainkan juga mengusut aktor yang merancang atau berada di balik peristiwa tersebut. “Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di tengah masyarakat,” kata TB Hasanuddin melalui keterangan tertulis yang diunggah di laman DPR, Jumat, 27 Maret 2026.

Purnawirawan TNI ini juga menekankan bahwa DPR memiliki peran pengawasan. Fungsi pengawasan tersebut, ujar Tubagus, termasuk melalui tim atau mekanisme pengawasan intelijen yang bekerja secara sungguh-sungguh untuk memastikan kasus ini terbuka dan jelas bagi publik.

Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang kerap mengkritik Undang-Undang TNI dan perluasan peran militer di ruang sipil disiram air keras saat berada di Jalan Salemba I-Talang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026. Andrie disiram larutan berbahaya oleh dua orang tak dikenal. Kedua orang itu mengendarai sepeda motor yang datang dari arah berlawanan dengan Andrie.

Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian kanan Andrie, seperti mata, wajah, dada, dan tangan. Sebagian bajunya juga meleleh imbas terkena air keras. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar serius sebanyak 24 persen. Kini Andrie masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kepolisian RI dan TNI masing-masing menyelidiki kasus tersebut. Tapi hasil penyelidikan kedua institusi itu berbeda. Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyatakan terdapat dua pelaku berinisial BHC dan MAK.

Sementera itu, TNI mengungkap ada empat anggota dari Bais TNI yang diduga terlibat dalam penyerangan air keras ke Andrie Yunus. Keempatnya adalah Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES. Pusat Polisi Militer TNI mengklaim keempat terduga pelaku itu sudah ditahan pada Rabu, 18 Maret 2026.

Belakangan, Kepala Bais TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo disebut menyerahkan jabatannya. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan pergantian pemimpin Bais TNI itu merupakan buntut dari kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia Dwi Nasrullah di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu, 25 Maret 2026.

Jenderal bintang dua itu tak menjelaskan lebih rinci ihwal pergantian Kabais TNI itu, termasuk siapa perwira tinggi yang menggantikan Yudi.

Pilihan Editor:  Ekses Kepala Bais Mundur Saat Pengusutan Teror Air Keras

Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Prabowo Bertemu Ray Dalio di Istana, Bahas Apa?

    PRESIDEN Prabowo Subianto menerima investor asal Amerika Serikat, Ray Dalio, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026. Saat menjamu pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates itu, Prabowo ditemani sejumlah…

    Satwa pembohong dihilangkan, terumbu karang rusak akibat tumpahnya minyak 'aktif' di Teluk Meksiko

    Pihak yang berwenang mengatakan minyak merembes dari tiga sumber, termasuk sebuah kapal yang belum teridentifikasi. Tumpahan minyak dari kapal tak dikenal dan dua sumber “alami” di Teluk Meksiko telah menyebar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *