Jakarta –
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq disebut sebagai sosok polisi yang kepemimpinannya menjadi teladan. AKBP Taufiq dinilai sebagai polisi yang total melayani masyarakat dan sosok yang komunikatif.
Atas sikapnya itu, AKBP Taufiq diusulkan menjadi kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh Bupati Aceh Tengah Haili Yoga. Dia mengapresiasi sikap-sikap AKBP Taufiq selama memimpin Polres Aceh Tengah dan berkolaborasi dengannya.
“Memang sudah berapa bulan kami bertemu dari awal, saya melihat sikap beliau, terutama untuk kepribadiannya melayani masyarakat. Ini kan dia merasa bahwa tugas itu adalah sebuah pelayanan yang dilakukan secara pribadi,” kata Haili kepada detikcom, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi saya pikir beliau sudah patriot untuk melayani, seorang pemimpin yang melayani masyarakat. Dia merasa bahwa masyarakat itu sudah menjadi tanggung jawab beliau, dan ini yang kami rasakan selama bergaul dari beberapa bulan yang lalu bersama beliau sejak beliau ditugaskan di Aceh Tengah,” tambahnya.
Haili menyinggung program Rabu Berkah dan Jumat Berkah yang dijalankan oleh AKBP Taufiq. Menurutnya, dua program itu menjadi bukti jika AKBP Taufiq totalitas dalam mendekatkan diri dan melayani masyarakat.
“Dari sisi kinerja itu sudah prima, jadi Kapolres hadir ke masjid bersama masyarakat. Kemudian ada program bantuan ke masyarakat di Jumat Berkah,” ujar Haili.
Kemudian, dia menyinggung soal peran Polres Aceh Tengah di bawah komando AKBP Taufiq saat penanganan bencana beberapa waktu lalu. Haili memuji AKBP Taufiq yang bergerak cepat dan tanggap menembus daerah yang terisolasi untuk mengantarkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
“Wah, ini luar biasa. Bahkan waktu bencana daerah yang belum bisa dilalui, beliau bersama anggotanya mengantar bantuan ke beberapa titik yang tidak bisa dilewati, bahkan pergi pagi pulang pagi besok,” kata Haili.
“Itu dilakukan beliau dan sangat agresif, sangat peduli terhadap kebutuhan masyarakat itu pascabencana banjir dan longsor. Jadi, di beberapa titik yang tidak bisa dilewati beliau hadir dan masyarakat sangat terbantu atas kinerja daripada kepolisian,” imbuhnya.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq Foto: dok. istimewa
Haili menyebut AKBP Taufiq juga sosok polisi yang komunikatif. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya, AKBP Taufiq disebut sangat adaptif dan gencar mengedepankan pencegahan.
“Ini terasa, kami dari seluruh OPD ini koordinasinya cukup gampang dan selalu disambut, kapan kita telepon semuanya siap? Kemudian ini dari keramahan, mungkin ini pribadi beliau, apapun namanya sifatnya kita koordinasi ini tidak ada yang sulit,” ucapnya.
Selama bekerja bareng, Haili belum pernah mendengar hal negatif dari AKBP Taufiq terkait penanganan kasus di Polres Aceh Tengah. Bahkan, kata dia, AKBP Taufiq kerap berkoordinasi dengannya jika ada persoalan yang menonjol di wilayahnya.
“Kami berkomunikasi dengan beliau ‘Pak sebaiknya nanti mungkin kalau ada masalah yang bapak tangani tidak begitu berat, itu sebaiknya ditangani dengan adat saja’. ‘Oh baik Pak Bupati, langsung ditangani oleh masyarakat atau orang tua yang ada di desa’. Jadi, tidak semua penanganan masalah itu harus di Polres dan ini diaminkan oleh beliau,” ujarnya.
Penjelasan AKBP M Taufiq
Dihubungi terpisah, AKBP M Taufiq merespons terkait dirinya diusulkan dalam Hoegeng Awards 2026. Dia mengaku tidak begitu berharap, karena yang terpenting baginya adalah kerja-kerja yang baik untuk melayani masyarakat.
“Yang penting saya kerja-kerja aja, berkawan sama masyarakat semua, bisa enak ngopi santai sama semua masyarakat kan enak banyak kawan,” kata AKBP Taufiq.
AKBP Taufiq menjelaskan tentang program Jumat Berkah dan Rabu Berkah yang rutin dilaksanakannya di Aceh Tengah. Menurutnya, program Jumat Berkah adalah kegiatan bagi-bagi bantuan sembako setiap hari Jumat sambil mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat.
Sedangkan program Rabu Berkah merupakan kegiatan safari subuh yang bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat Aceh Tengah. Kedua program itu dikerjakannya sebagai upaya untuk pencegahan dari gangguan kamtibmas di wilayah hukum Aceh Tengah.
“Sebenarnya kan itu program untuk pada intinya untuk pemeliharaan kamtibmas di wilayah hukum kita kan, kita mengedepankan kegiatan-kegiatan sifatnya preventif, humanis dan lebih dekat dengan masyarakat,” ucapnya.
Menurut AKBP Taufiq, dua kegiatan itu menjadi ikon Polres Aceh Tengah selama dirinya menjadi Kapolres. Dalam menjalankan dua program itu, ia kerap mengajak anggotanya dan tokoh di Aceh Tengah untuk bersama-sama mendekatkan diri ke masyarakat. Tak jarang dirinya harus merogoh kocek sendiri demi program tersebut.
Perihal penegakan hukum di Polres Aceh Tengah, AKBP Taufiq menyebut pihaknya menangani setiap kasus secara adaptif. Sebab, kata dia, masyarakat Aceh Tengah masih memegang teguh adat istiadat. Jadi permasalahan bisa diselesaikan secara mediasi atau diproses pidana di kantor polisi.
“Kita sempat ngobrol dengan beberapa kepala desa, kapolsek, danramil dan juga tokoh-tokoh. Kami sudah artinya, bukannya menyepakati seperti berpendapat bahwa masalah-masalah yang terjadi ini untuk dibuatkan suatu laporan polisi atau dibawa ke ranah hukum ini merupakan alternatif yang paling terakhir,” ujar AKBP Taufiq.
“Jika bisa diselesaikan di tingkat desa, kita duduk dengan kedua belah pihak yang sedang berperkara, ada polisi, ada tokoh agama, tokoh adat setempat, kita selesaikan mediasi restorative justice, bisa diselesaikan, kami membuka ruang untuk menyelesaikan di jalan tersebut,” tambahnya.
AKBP Taufiq memastikan kasus-kasus yang diselesaikan secara mediasi adalah kasus yang sifatnya ringan. Dia tak akan mentolerir kasus-kasus berat untuk diselesaikan secara damai.
“Seperti mungkin penganiayaan yang mungkin tidak terlalu berat, perselisihan-perselisihan, pencurian ringan atau mungkin pihaknya sudah enggak keberatan lagi, bisa kita selesaikan di tingkat mediasi gitu. Kalo yang berat-berat, ya pasti kita tangani ke jalur hukum,” tegasnya.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq Foto: dok. istimewa
Lebih lanjut, AKBP Taufiq bercerita terkait gerak cepat dirinya dan jajaran dalam penanganan bencana di Aceh Tengah beberapa waktu lalu. Dia dan anggotanya nekat menembus ke kampung-kampung yang sulit diakses untuk segera mengirimkan bantuan ke warga terisolasi karena banjir bandang dan longsor.
“Kemarin itu kita di sini ada 295 desa 14 kecamatan, itu semuanya terdampak. Nah, yang kita kunjungi yang paling ekstrem ini yang kalau jalan normal di situasi normal kan paling 1,5-2,5 jam, cuman kita 14 jam ini, jalannya pakai motor trail,” ucapnya.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq Foto: dok. istimewa
AKBP Taufiq mengaku aksinya itu semata-mata karena panggilan tugas. Menurutnya, penanganan cepat-tanggap menjadi bukti bahwa Polri hadir di tengah permasalahan masyarakat.
“Sebenarnya itu lebih ke panggilan aja, setidaknya dari kita kepolisian ada lah kita berbuat, walaupun mungkin tidak seberapa yang kita bawa juga cuma sembako,” imbuhnya.
(fas/tor)






