Israel mengatakan kilang minyak Haifa terkena serangan rudal Iran

Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan ‘tidak ada kerusakan signifikan’ yang dilaporkan setelah serangan Iran terhadap kilang minyak Haifa.

Israel mengatakan sebuah kilang minyak di kota Haifa di wilayah utara terkena serangan rudal Iran, namun tidak ada kerusakan “signifikan” yang dilaporkan, karena Teheran terus melakukan penyelesaian di seluruh wilayah tersebut. menyerang infrastruktur energinya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Menteri Energi Eli Cohen mengatakan aliran listrik sempat terganggu akibat serangan terhadap fasilitas Oil Refineries Ltd sebelum akhirnya pulih kembali untuk sebagian besar pelanggan.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

“Kerusakan jaringan listrik di wilayah utara bersifat lokal dan tidak signifikan,” kata Cohen.

“Juga, dalam serangan ke arah utara, tidak ada kerusakan signifikan pada lokasi infrastruktur Israel.”

Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone di Timur Tengah sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan perang melawan negara akhir bulan lalu.

Minggu ini, Teheran menargetkan beberapa fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk sebagai tanggapan atas serangan Israel terhadap fasilitas tersebut Ladang gas lepas pantai South Pars pada hari Rabu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Kamis bahwa negaranya akan menunjukkan “NOL menahan diri” jika infrastrukturnya kembali diserang, karena serangan Israel terhadap ladang gas South Pars terus memicu kecaman.

Dilaporkan dari ibu kota Iran, Teheran, Ali Hashem dari Al Jazeera mengatakan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi bahwa mereka menembak ke arah Haifa dan Ashdod, sebuah kota di Israel selatan.

“Iran mengatakan bahwa ini adalah penyelesaian atas serangan terhadap fasilitas South Pars,” kata Hashem.

Belum jelas apakah fasilitas Ashdod terkena serangan.

Secara terpisah pada hari Kamis, layanan penyelamatan Israel mengatakan empat orang terluka dalam serangan roket di Kiryat Shmona, sebuah kota di Israel utara, dekat perbatasan dengan Lebanon.

Petugas medis mengatakan mereka merawat seorang pria berusia 60 tahun dalam kondisi serius dengan luka akibat pecahan peluru; seorang wanita berusia 68 tahun dengan cedera kepala dan dua pria berusia 20-an dengan luka pecahan peluru.

Selain serangannya terhadap Iran, militer Israel telah melancarkan serangan udara dan darat yang intensif di Lebanon sejak awal Maret. membunuh lebih dari 1.000 orang.

Serangan Israel di Lebanon dimulai setelah kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah meluncurkan roket ke Israel utara sebagai tanggapan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari, hari pertama perang AS-Israel melawan Iran.

Hizbullah telah meluncurkan serangan rudal ke Israel utara sebagai tanggapan atas serangan mematikan militer Israel di Lebanon.

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *