Harga energi melonjak karena perang Iran mengganggu pasokan, sehingga meningkatkan risiko bagi AS, Tiongkok, dan Eropa.
Semua mata tertuju pada Selat Hormuz.
Semakin lama ditutup, semakin besar dampak buruknya terhadap perekonomian global.
Iran terus memblokir kapal tanker untuk mengirimkan hampir 20 persen pasokan minyak dunia.
Jumlah tersebut kira-kira dua kali lipat dibandingkan gangguan yang dialami dunia selama krisis energi pada tahun 1970an.
Guncangan minyak yang besar secara historis telah menyebabkan gejolak perekonomian yang besar, inflasi yang tinggi, stagnasi dan resesi.
Harga minyak dan gas sudah melonjak, dan perekonomian diperkirakan akan melambat.
Mulai dari konsumen Amerika hingga pabrik di Tiongkok dan rumah tangga di Eropa, masyarakat di seluruh dunia sudah merasakan dampaknya.





