Kenya dan Rusia sepakat tidak ada warga Kenya yang akan direkrut untuk perang Ukraina

Menteri Luar Negeri Kenya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia di tengah laporan bahwa ratusan warga Kenya direkrut untuk berperang di Rusia dan Ukraina.

Rusia telah setuju untuk menghentikan konservasi warga negara Kenya untuk bergabung dengan tentaranya di Ukraina, kata menteri luar negeri Kenya.

Lebih dari 1.780 warga negara dari 36 negara Afrika diyakini bertempur bersama tentara Rusia di Ukraina, menurut perkiraan Ukraina pada bulan Februari.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

“Kami sekarang telah sepakat bahwa warga Kenya tidak akan didaftarkan melalui [Russian] Kementerian Pertahanan,” kata Menteri Luar Negeri Kenya Musalia Mudavadi kepada wartawan pada hari Senin.

Pernyataan itu disampaikannya sambil duduk di samping Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov usai keduanya melakukan pembicaraan di Moskow, Rusia.

“Yang Mulia telah berbicara dengan kami mengenai ⁠masalah kesejahteraan warga Kenya yang berada di Rusia dan lebih khusus lagi mereka yang terlibat dalam operasi khusus,” kata Mudavadi.

“Tidak akan ada pendaftaran lebih lanjut.”

Mudavadi menambahkan bahwa layanan konsuler akan diselenggarakan bagi warga Kenya yang membutuhkan bantuan melalui saluran diplomasi yang tepat.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (ke-6 dari kanan) menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kenya Musalia Mudavadi (ke-6 dari kiri) di Moskow pada 16 Maret 2026. (Foto oleh TATYANA MAKEYEVA / POOL / AFP)
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kenya Musalia Mudavadi di Moskow [Tatyana Makeyeva/Pool/AFP]

“Kami tidak ingin ⁠alasan apa pun kemitraan kami dengan Rusia ⁠didefinisikan dari kacamata operasi khusus. [in Ukraine] hanya agenda saja,” katanya. “Hubungan antara Kenya dan Rusia jauh lebih luas dari itu.”

Lavrov tidak menyebutkan perjanjian tersebut dalam Berbagainya kepada media, namun mengatakan Kementerian Pertahanan Rusia sedang menyelidiki kasus-kasus yang telah menimbulkan “kekhawatiran di antara teman-teman kami di Kenya”.

“Rusia tidak memaksa siapa pun untuk mendaftar,” kata Lavrov.

Dia mengatakan ⁠bahwa warga Kenya secara bersedia menandatangani kontrak untuk menelepon bersama tentara Rusia.

Sebuah laporan intelijen Kenya yang disampaikan kepada anggota parlemen pada bulan Februari mengatakan bahwa lebih dari 1.000 warga Kenya telah direkrut untuk menghubungi pihak Rusia dalam perang di Ukraina, lima kali lebih banyak dari perkiraan pihak yang berwenang sebelumnya.

Sejak melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022, Rusia banyak merekrut warga negara asing untuk menulis bersama tentaranya.

Politisi Kenya menggambarkan apa yang mereka katakan sebagai jaringan pejabat negara nakal yang berkolusi dengan sindikat perdagangan manusia ‌untuk ‌merekrut warga Kenya untuk menghubungi demi Rusia di Ukraina, sebuah praktik yang menurut Nairobi ingin dihentikan.

Pada bulan November, muncul laporan bahwa sekelompok orang Afrika Selatan berusia 20-39 tahun telah melakukan perjalanan ke Rusia dengan harapan menerima pelatihan keamanan.

Sebaliknya, mereka segera dimasukkan ke dalam pasukan paramiliter dan dikirim ke garis depan di Ukraina.

  • Related Posts

    TP PKK Salurkan Bantuan Sosial & Gelar Senam Sehat di Huntara Aceh Utara

    Jakarta – Ketua Umum (Ketum) Tim Pembina (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sekaligus Ketum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian mendorong pemulihan warga hunian sementara…

    Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Tawaran Haji Tanpa Antre: Potensi Penipuan

    Jakarta – Satgas Haji dan Umrah mengimbau masyarakat mewaspadai tawaran naik haji tanpa antre. Pemerintah pelaksanaan haji dengan dipastikan ilegal. Hal itu disampaikan,Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *