KEPALA Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras, Jane Rosalina, mengatakan Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal. Andrie telah menjalani operasi pada bagian mata di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat kemarin.
Jane mengatakan luka bakar tersebut merupakan reaksi inflamasi akibat cairan keras yang mengenai tubuh korban. Luka paling parah terdapat pada area wajah, khususnya mata kanan, serta pada kedua tangan dan bagian dada.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Dari sejumlah luka yang dialami, kondisi paling serius terdapat pada mata kanan dan saat ini telah mendapatkan penanganan khusus dari dokter spesialis bedah mata,” kata Jane kepada Tempo, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurut Jane, berdasarkan tingkat keparahan luka, korban memerlukan perawatan intensif dalam kondisi steril agar proses pemulihan berjalan optimal. Karena itu, KontraS meminta publik memberi kepercayaan kepada tenaga medis yang menangani korban.
“Kami menghormati sepenuhnya proses penanganan medis yang dilakukan oleh tim dokter dan pihak rumah sakit,” ujar Jane.
Ia juga berharap masyarakat memberikan ruang bagi keluarga korban untuk fokus mendampingi proses pengobatan hingga pemulihan. KontraS mengimbau publik tetap mengawal proses hukum agar kasus tersebut diusut tuntas.
“Kami berharap masyarakat dapat terus mengawal proses hukum agar pelaku dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Andrie diserang oleh dua orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, ia tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan topik “Remiliterisme dan Judicial Review UU TNI”.
Pelaku disebut mengendarai sepeda motor matik dan menyiramkan cairan keras ke arah korban sebelum melarikan diri.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menduga serangan terhadap Andrie memiliki pola yang terorganisir.
Menurut Yusril, pola serangan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perencanaan sehingga pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.
“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut kasus tersebut secara tuntas hingga menemukan pihak yang berada di balik serangan.
“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” ujarnya.
Yusril mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan penyidik di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri yang kini masih mendalami kasus tersebut. Hingga kini, aparat belum menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik.





