Afghanistan menuduh Pakistan melakukan serangan udara terhadap rumah-rumah di Kabul, Kandahar

Wanita dan anak-anak termasuk di antara mereka yang terbunuh dalam serangan itu, menurut Taliban.

Pemerintah Taliban Afghanistan menuduh Pakistan menargetkan rumah-rumah warga sipil dalam serangan udara malam di ibu kota Kabul dan provinsi selatan Kandahar, ketika pertempuran antara kedua negara bertetangga itu memasuki minggu ketiga, dibayangi oleh perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang memicu konflik di Timur Tengah.

Wanita dan anak-anak termasuk di antara mereka yang terbunuh dalam serangan itu, menurut Taliban.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

Juru bicara pemerintah Zabihullah Mujahid mengatakan pada hari Jumat X bahwa pesawat Pakistan juga menyerang depot bahan bakar milik maskapai swasta Kam Air di dekat bandara Kandahar.

Belum ada komentar langsung dari militer atau pemerintah Pakistan.

Seruan untuk menahan diri dari komunitas internasional tidak diindahkan oleh kedua belah pihak.

Pada hari Kamis, pemerintah Taliban mengatakan empat anggota keluarga yang sama, termasuk dua anak, tewas akibat tembakan artileri dan mortir Pakistan di Afghanistan timur.

Kematian yang dilaporkan pada hari Kamis menambah jumlah korban tewas menjadi tujuh orang di Afghanistan sejak Selasa dalam tabrakan melintasi batas, menurut pihak yang berwenang di Kabul. Jumlah tersebut bisa meningkat seiring dengan serangan terbaru pada hari Jumat.

Pertarungan antara kedua negara semakin intensif pada tanggal 26 Februari ketika Afghanistan melancarkan serangan di sepanjang perbatasan bersama mereka sebagai penyelesaian atas serangan udara Pakistan sebelumnya melawan Taliban Pakistan, hanya dua hari sebelum AS dan Israel menyerang Iran, memulai serangan perang regional yang luas.

Pakistan menyatakan bahwa mereka tidak menargetkan warga sipil, dan klaim korban dari kedua pihak sulit untuk dilakukan secara independen.

Islamabad menuduh Kabul bersembunyi dari Taliban Pakistan, yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan mematikan di Pakistan, dan dari afiliasi ISIS (ISIL) di provinsi Khorasan. Pihak yang berwenang Afghanistan membantah tuduhan tersebut.

Misi PBB di Afghanistan menyatakan 56 warga sipil tewas di sana, termasuk 24 anak-anak, akibat operasi militer Pakistan dari 26 Februari hingga 5 Maret.

Para pejabat Pakistan telah mengkonfirmasi 12 tentara tewas dan sekitar 27 terluka dalam pertempuran terakhir, sementara Taliban mengklaim telah membunuh lebih dari 150 orang.

Sekitar 115.000 orang telah melakukannya terpaksa meninggalkan rumah merekamenurut PBB.

  • Related Posts

    Polisi Adang Massa BEM UBK di Kawasan Tugu Tani

    PERSONEL dari Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mengadang pergerakan massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) yang akan menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Berdasarkan pengamatan…

    Presiden Jerman Bicara Bahasa Indonesia: Presiden Prabowo, Terima Kasih Banyak

    Jakarta – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Steinmeier menyampaikan terima kasih menggunakan bahasa Indonesia. “Presiden Prabowo Subianto, terima kasih banyak,” kata Steinmeier dalam bahasa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *