Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    Hadiri Buka Puasa PB SEMMI, Kapolri Ajak Mahasiswa Jaga Persatuan

    Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Buka Puasa Bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI). Dalam sambutannya, Kapolri mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus untuk menjaga…

    Perkuat Pemahaman Kebangsaan, Johan Rosihan Gagas Sekolah Pilar Muda

    Jakarta – Wakil Ketua Badan Penganggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) H. Johan Rosihan bersama lembaga penelitian MY Institute menggagas program pendidikan kepemudaan bernama Sekolah Pilar Muda untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *