SALAH satu tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo sempat mengajukan restorative justice, Rismon Sianipar, mendatangi kediaman mantan presiden pada Kamis sore 12 Maret 2026. Kedatangan Rismon untuk meminta maaf.
“Ya tentu ya (minta maaf Jokowi), saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Jokowi,” ujar Rismon saat ditemui wartawan seusai menemui Jokowi di kediaman Sumber.
Rismon mengungkapkan perkembangan terbaru penelitiannya soal ijazah Jokowi. Dia pun mengaku merasa tersakiti atas temuan dari penelitian lanjutannya yang membenarkan keaslian ijazah UGM Jokowi.
“Saya harus jujur menyatakan bahwa temuan saya itu bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian yang bisa menguji penelitian adalah hasil penelitian,” kata dia.
Menurut dia, hasil penelitiannya tersebut telah disampaikan kepada penyidik Polda Metro Jaya sekitar seminggu yang lalu.
“Iya, jawaban itu kan jawaban yang seharusnya dijawab dengan metodologi. Bukan secara narasi bahwa itu palsu, itu asli. Secara metodologi ya, itu harus dijawab dan itu harus objektif,” ucapnya.
Dia menegaskan tidak ada kejanggalan terhadap manipulasi digital yang disimpulkan pada buku Jokowi’s White Paper.
“Keaslian ijazah ini terjaga dan itu bahkan melukai saya sebagai peneliti juga. Tetapi truth sometimes hurts. Kebenaran itu kadang-kadang menyakitkan. Itulah yang saya ungkapkan kepada penyidik maupun kepada direktur reskrimum. Bukan karena ketakutan,” ungkap dia.
Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang menjelaskan pertemuan antara kliennya Rismon dengan Jokowi berlangsung dalam suasana bersahabat. Ia menjelaskan pertemuan tersebut berkaitan dengan upaya penyelesaian perkara atas laporan yang diajukan Jokowi pada 30 April 2025.
Menurut Jahmada, kliennya lebih dulu bertemu dengan Jokowi yang kemudian disusul dirinya beberapa menit kemudian. Ia datang setelah menyiapkan makanan yang dibawa sebagai bagian dari tradisi adat Batak.
“Memang tujuan kita adalah menyelesaikan perkara ini, khususnya antara Rismon dengan Pak Jokowi atas laporan pada 30 April tahun lalu,” kata Jahmada.
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dirinya juga menyampaikan penjelasan ihwal syarat dan mekanisme penyelesaian perkara melalui restorative justice (RJ). Salah satu syarat utama dalam mekanisme tersebut adalah adanya saling memaafkan antara kedua pihak.
“Apa syarat mekanisme RJ? Harus ada saling maaf-memaafkan. Itu yang kami sampaikan. Kami juga sudah menyusun konsepnya secara tertulis,” ujarnya.
Jahmada menambahkan, proses tersebut masih akan dilanjutkan, terutama untuk melengkapi administrasi yang diperlukan dalam mekanisme penyelesaian perkara. Ia menggambarkan suasana pertemuan berlangsung cukup cair. Kedua pihak bahkan sempat berbincang santai dan tertawa bersama selama pertemuan berlangsung.
“Pertemuan tadi cukup bersahabat. Kita juga sempat ketawa-ketawa di dalam. Apalagi menjelang puasa seperti ini, suasananya benar-benar seperti yang kita harapkan,” katanya.
Rismon menambahkan dalam pertemuan itu ia memberikan Jokowi makanan yang disebut dengan naniarsik dan ulos. Ia menyebut, dalam adat Batak, pemberian naniasik sebagai bentuk penghormatan.
“Kami menganggap bahwa Pak Jokowi orang terhormat, bahwa tadi ada perdamaian. (Selain makanan/naniarsik?), ada ulos,” tutur Rismon.
Adapun Jokowi belum memberikan pernyataan ihwal pertemuannya dengan Rismon tersebut. Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu saat keluar dari dalam rumah hanya menyapa wartawan secara singkat dan bertanya apakah sudah berbuka puasa.
“Sudah berbuka puasa belum?,” tanya Jokowi sembari memasuki mobil. Ia pun langsung meninggalkan kediaman.





