Menteri Qatar mengatakan 'negara-negara regional bukanlah musuh Iran'

Mohammed bin Abdulaziz al-Khulaifi juga mengatakan Qatar dan Oman tidak dapat bertindak sebagai mediator saat diserang.

Menteri Luar Negeri Qatar telah mengoordinasikan de-eskalasi permusuhan di Timur Tengah dan mendesak Iran dan Amerika Serikat untuk kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi yang dimediasi.

Berbicara kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara eksklusif, Mohammed bin Abdulaziz al-Khulaifi mengatakan serangan Iran terhadap negara tetangganya “tidak membawa manfaat bagi siapa pun”.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Iran telah mengumumkan kampanye pemboman yang dilakukan AS dan Israel selama hampir dua minggu dengan menembakkan rudal dan drone ke negara-negara tetangganya di kawasan Teluk dan sekitarnya, sehingga menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur penting, dan sangat mengganggu perekonomian kawasan yang digerakkan oleh energi.

Al-Khulaifi mengatakan Qatar masih “sangat khawatir” dengan jangkauan serangan yang lebih luas, termasuk terhadap infrastruktur sipil.

“Sangat mempertinggi posisi kita saat ini,” kata menteri.

“Kami juga percaya bahwa tidak ada jalan solusi yang berkelanjutan dan jangka panjang selain menuju kembali ke meja perundingan,” katanya kepada Al Jazeera.

Qatar mengumpat dengan keras “serangan yang tidak dapat dibenarkan dan keterlaluan terhadap negara Qatar yang secara langsung berdampak pada kepemilikannya sendiri”, katanya.

Doha akan terus mengambil “setiap tindakan yang mungkin dan sah untuk mempertahankan dan menjaga kerahasiaan diri terhadap agresi ini”, tambahnya.

Al-Khulaifi mengatakan konflik tersebut memerlukan “solusi global” untuk memastikan bahwa rantai pasokan energi Teluk terus bergerak melalui Selat Hormuz, di mana lalu lintas global sangat terganggu akibat konflik tersebut.

Menjamin kebebasan bergerak melalui jalur udara “sangat penting”, katanya.

Penting untuk dicatat, kata al-Khulaifi, bahwa Iran telah menargetkan negara-negara seperti Qatar dan Oman, yang sebelumnya bertindak sebagai mediator regional dan mencoba “membangun jembatan antara Iran dan Barat”.

Tidak ada negara yang dapat memainkan peran tersebut selama serangan terus menerus, katanya.

“Kami tidak akan mampu memenuhi peran tersebut ketika diserang, dan itu adalah sesuatu yang perlu dipahami oleh Iran.”

Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mencoba menyampaikan poin-poin tersebut selama panggilan telepon dengan Teheran beberapa hari lalu, kata al-Khulaifi, ketika dia mendesak Iran untuk menghentikan serangan terhadap negara tetangganya.

“Negara-negara di kawasan ini bukanlah musuh Iran, dan Iran tidak memahami gagasan itu,” kata al-Khulaifi.

Doha juga tetap berhubungan dengan para pejabat di AS dan telah mendorong Presiden Donald Trump untuk menghentikan permusuhan, katanya.

“Jalur komunikasi kami selalu terbuka dengan rekan-rekan kami di Amerika Serikat, dan kami terus mendorong dan mendukung jalur perdamaian dan menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai.

“Kami sangat berharap para pihak dapat menemukan jalan tersebut, mengakhiri operasi militer, dan kembali ke meja perundingan,” kata al-Khulaifi.

  • Related Posts

    Kecelakaan Motor Tabrak Truk Mogok di Puncak Bogor, 2 Orang Tewas

    Jakarta – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah sepeda motor menabrak truk terjadi di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Dua orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu. “Akibat dari…

    Polisi Tangkap 2 Remaja Pembunuh Wanita dalam Boks di Medan

    Medan – Polisi menangkap dua terduga pembunuh wanita muda di dalam boks di Jalan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara. Dua pelaku itu masih remaja. “Sudah (ditangkap), iya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *