Bisakah perang AS-Israel dengan Iran memicu inflasi global?

Harga minyak seiring dengan reaksi pasar terhadap setiap konflik yang terjadi.

Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan guncangan pasokan energi terbesar dalam beberapa dekade.

Selat Hormuz sebenarnya ditutup, dan serangan terus dilakukan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah, sehingga mengguncang pasar minyak.

Mulai dari warga Amerika yang mengisi tangki mereka di pompa bensin hingga pabrik-pabrik di Eropa dan perekonomian Asia, dampaknya sudah terasa.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kenaikan harga minyak adalah “harga yang sangat kecil yang harus dibayar” demi “keamanan dan perdamaian”. Namun para investor merasa khawatir bahwa jika konflik berlanjut, ada bahaya stagflasi.

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *