Harga minyak seiring dengan reaksi pasar terhadap setiap konflik yang terjadi.
Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan guncangan pasokan energi terbesar dalam beberapa dekade.
Selat Hormuz sebenarnya ditutup, dan serangan terus dilakukan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah, sehingga mengguncang pasar minyak.
Mulai dari warga Amerika yang mengisi tangki mereka di pompa bensin hingga pabrik-pabrik di Eropa dan perekonomian Asia, dampaknya sudah terasa.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kenaikan harga minyak adalah “harga yang sangat kecil yang harus dibayar” demi “keamanan dan perdamaian”. Namun para investor merasa khawatir bahwa jika konflik berlanjut, ada bahaya stagflasi.






