Evakuasi WNI dari Iran Dilakukan Bertahap

KEMENTERIAN Luar Negeri menyatakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran akan dilakukan secara bertahap di tengah situasi perang Iran dan Amerika Serikat-Israel semakin memanas.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan evakuasi gelombang pertama saat ini sedang berlangsung dengan jumlah 32 orang. 

“Proses evakuasi dilakukan berdasarkan asesmen komprehensif situasi keamanan di lapangan dan pemantauan kondisi WNI oleh Perwakilan RI,” kata Yvonne saat dihubungi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Yvonne mengatakan, Kedutaan Besar RI di Teheran akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para WNI di Iran. Di samping itu, Kemlu juga terus memutakhirkan rencana kontingensi secara berkala sesuai perkembangan situasi keamanan terkini.

Yvonne mengatakan, berdasarkan data WNI yang terdaftar pada portal PeduliWNI Kemlu RI per 2 Maret 2026, terdapat 329 WNI yang berada di Iran. 

Adapun jumlah WNI yang tersebar di kawasan Timur Tengah sejak perang berkecamuk, antara lain Arab Saudi (361.147), Uni Emirat Arab (81.768), Qatar (27.647), Mesir (19.962), Oman (11.117). Kemudian di Bahrain (6.110), Kuwait (6.088), Yordania (1.946), Irak (800), Suriah (890), dan Lebanon (939). 

Yvonne mengimbau para WNI yang berpergian selalu mengunggah aplikasi safe travel untuk perkembangan situasi terkini. “Apabila menetap di suatu negara untuk mendaftarkan diri anda di perwakilan RI melalui portal Peduli WNI,” ujar dia. 

Kemlu menyatakan sebagian besar dari WNI di Iran merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di sana. Sementara sebagian kecil lainnya adalah pekerja migran maupun WNI yang tengah berkunjung. 

“Jadi sebagaimana sudah sering disampaikan ada 329 orang di Iran dan sebagian besar berada di Kota Qom,” kata Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemlu pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Evakuasi tahap pertama akan dilakukan mulai pekan ini dengan jumlah WNI yang dipulangkan sebanyak 32 orang. Mereka akan dievakuasi melalui jalur Azerbaijan. “Adapun untuk rencana evakuasi selanjutnya diputuskan oleh pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update,” kata Heni. 

Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *