Wali Kota Pekanbaru Serukan Doa Perdamaian Dunia di Bulan Ramadan

INFO NASIONAL – Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, menerbitkan dua surat edaran yang berisi seruan doa dan refleksi untuk kedamaian dunia di tengah berbagai konflik global yang masih berlangsung.

Surat Edaran Nomor 27/SE/2026 tentang Seruan Doa dan Refleksi untuk Kedamaian Dunia ditujukan kepada pimpinan rumah ibadah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat lintas agama di Kota Pekanbaru. Pemerintah kota mengajak seluruh elemen masyarakat memanjatkan doa sesuai ajaran agama masing-masing sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.

Selain itu, Agung juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 26/SE/2026 tentang Seruan Doa untuk Kedamaian Dunia pada Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Edaran ini secara khusus ditujukan kepada pengurus masjid, musala, imam, dan khatib agar mengajak jemaah memperbanyak doa bagi perdamaian dunia, terutama setelah salat fardu, tarawih, dan witir.

Dalam edaran tersebut, doa kedamaian dianjurkan disisipkan dalam qunut salat witir. Umat Islam juga diimbau menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Agung mengatakan kepedulian terhadap perdamaian dunia merupakan bagian dari nilai kemanusiaan. “Dari Pekanbaru kita ingin menghadirkan kepedulian dan harapan agar dunia diberi keselamatan dan kedamaian,” ujarnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru berharap momentum ini memperkuat semangat persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. (*)

  • Related Posts

    Sekjem PBNU Mengunjungi Ponpes di Kediri, Matangkan Munas

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mematangkan persiapan musyawarah nasional (munas) alim ulama serta konferensi besar (konbes) yang akan digelar di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri,…

    ⁠Terungkap Penyebab Kemunculan 'Pulau Sampah' di Pesisir Laut Jakarta

    Jakarta – Masalah kebersihan lagi-lagi menjadi tantangan lingkungan hidup di Jakarta setelah kemunculan ‘pulau sampah‘ di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Usut punya usut, tumpukan sampah sampai menyerupai pulai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *