Geger Bocah SD Ditemukan Tewas Penuh Luka dalam Rumah di Bandung Barat

Jakarta

AS, bocah SD asal Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya. Ponsel korban juga raib dari TKP.

Korban ditemukan pada Selasa (3/2/2026). Bocah 12 tahun itu tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya. Luka-luka itulah yang disinyalir menyebabkan AS tewas bersimbah darah sampah jasadnya ditemukan ibunya.

“Hasil olah TKP tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi, ditemukan 4 luka di tubuh korban. Luka di leher, kemudian paling banyak di punggungnya,” kata Kapolsek Cipatat, Kompol Iwan Setiawan, dilansir detikJabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad AS ditemukan oleh ibunya yang baru pulang dari madrasah selepas mengajar ngaji. Saksi mencari korban di lantai satu rumahnya, kemudian ke lantai dua rumahnya, tapi tak kunjung menemukan.

“Jadi ibunya ini masuk rumah setelah mengajar (ngaji), kemudian dia mencari anaknya karena biasanya menyambut. Saksi langsung naik ke lantai 2, mengecek kamar mandi dan anaknya tidak ada. Dia mencari anaknya di kamar atas, ada kasur posisi terbalik. Setelah dibuka, didapatkan korban tidak bernyawa,” kata Iwan.

Berdasarkan olah TKP juga, diketahui ponsel korban raib. Namun raibnya ponsel itu belum memastikan apakah korban merupakan korban pencurian dengan kekerasan atau bukan.

“Untuk barang korban yang hilang itu HP-nya. Saat ini kami bersama Satreskrim Polres Cimahi langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi untuk mengungkap kasus ini,” kata Iwan.

Baca berita selengkapnya di sini.

(rdp/idh)

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *