INFO TEMPO – Konektivitas antarwilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlahan pulih, memungkinkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal. Sejak diterjang banjir pada akhir 2025, pemerintah telah merampungkan seluruh perbaikan jalan dan jembatan nasional di tiga provinsi tersebut.
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRR) per 2 Maret 2026 mencatat, 28 jalan dan 17 jembatan nasional di Provinsi Aceh seluruhnya dalam kondisi fungsional. Artinya, akses utama yang sempat terdampak banjir kini bisa dilalui dan mendukung distribusi logistik serta kelancaran mobilitas masyarakat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara, dengan 30 ruas jalan dan 5 jembatan nasional yang terdampak telah dinyatakan fungsional. Adapun di Sumatera Barat, sebanyak 31 ruas jalan dan 13 jembatan nasional yang sempat terdampak kini juga berada dalam kondisi siap melayani aktivitas masyarakat.
“Akses jalan nasional umumnya sudah terhubung semua. Dan juga jalan desa,” kata Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian pada Rabu, 11 Februari 2026.
Sementara itu, infrastruktur yang masih dalam proses pemulihan adalah jalan dan jembatan daerah. Meski begitu, pemerintah terus mempercepat proses pengerjaan ini agar kehidupan masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali sebagaimana biasanya.
Di Aceh, misalnya, dari 1.638 ruas jalan daerah yang terdampak, sebanyak 1.521 ruas atau 92 persen sudah dapat digunakan. Adapun untuk jembatan, dari total 652 unit yang terdampak, sebanyak 351 unit atau 53,8 persen telah dinyatakan fungsional.
Perkembangan yang tak kalah pesat terlihat di Sumatera Utara. Dari total 616 ruas jalan daerah yang dinyatakan rusak, 607 ruas atau 98 persen telah dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. Untuk jembatan, 327 dari 352 unit terdampak, atau sekitar 93 persen sudah berada dalam kondisi fungsional.
Sementara itu, di Sumatera Barat, pemulihan juga terus menunjukkan kemajuan. Dari 167 ruas jalan daerah yang terdampak, 149 ruas atau sekitar 91 persen telah bisa digunakan. Adapun untuk jembatan, dari 162 unit yang terdampak, sebanyak 95 unit atau 58,6 persen kini telah dalam kondisi fungsional.
Ketua Satgas PRR Tito Karnavian terus menaruh perhatian pada konektivitas masyarakat terdampak banjir Sumatra ini. Sejak awal, kata dia, pemerintah telah melakukan mobilisasi nasional agar pemulihan dapat berjalan cepat dan kehidupan masyarakat kembali normal.
Satgas PRR berkomitmen mengakselerasi pemulihan dengan memastikan seluruh indikator, mulai dari penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik dasar, konektivitas jalan, kegiatan ekonomi, hingga kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara menyeluruh. Upaya percepatan ini ditempuh melalui koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. (*)





